Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Preman di Wonogiri Tewas Ditembak saat Rebut Senjata Polisi

0 1.405

MURIANEWS.com, Wonogiri – Seorang residivis kasus kekerasan dan premanisme Andri Novianto alias Wondri, (33) warga Kelurahan Giritirto, Wonogiri, tewas ditembak polisi. Pria yang ditangkap setelah melakukan pembacokan itu melawan dan merebut senapan polisi, sehingga tindakan tegas dilakukan aparat.

Sebanyak dua butir peluru bersarang di dada Wonri, hingga menyebabkan pria itu tak bernyawa. Polisi menyebut, sebelum memberikan tindakan tegas pihaknya telah memberikan tembakan peringatan, namun diabaikan.

”Wonri hendak kabur ketika mau dibawa ke Mapolres Wonogiri, mau merampas senjata api petugas dan membahayakan,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, mewakili Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidayati kepada wartawan, Rabu (21/8/2019).

Ia menyebut, penangkapan dilakukan pada Selasa (20/8/2019) malam setelah polisi mendapat laporan tentang aksi premanisme dan pemersan yang dilakukan oleh Wondri.

Beberapa hari sebelumnya, Wondri dilaporkan telah melakukan pembacokan terhadap Sasongko Anugrahadi Hemas, anggota Satpol PP yang tinggal di Giritirto.

Polisi membawa Wonri untuk menunjukkan barang bukti pedang yang digunakan untuk membacok. Namun Wonri berusaha melarikan diri.

“Sebelum digelandang ke Mapolres, polisi membawa Wonri ke indekosnya, diminta mengambil pedang yang dipakai untuk membacok Sasongko,” tandas dia.

Tak hanya itu, pelaku disebutkan mencoba merampas senjata api jenis V2 yang dibawa petugas. Lantaran dinilai membahayakan, polisi mengambil tindakan menembak ke arah tubuh Wonri sebanyak dua kali.

Iwan menyebut, pelaku sangat meresahkan masyarakat. Hampir tiap hari, polisi mendapatkan laporan aksi kriminal yang dilakukan di beberapa kecamatan.

Wondri juga diketahui telah beberapa kali keluar masuk penjara. Terakhir pada Desember 2018 lalu, kedua kakinya ditembak polisi karena mencoba kabur saat ditangkap atas kasus pemerasan dan pengrusakan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.