Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Punya Lapak Permanen, PKL di Kudus Dianjurkan Pindah ke Pasar Rakyat

MURIANEWS.com, Kudus – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Kretek yang belum punya lapak tetap (permanen) dan masih berpindah juga dianjurkan untuk pindah ke Pasar Rakyat. Dengan begitu, mereka tak lagi kucing-kucingan dengan Satpol PP dan bisa Kudus supaya lebih rapi dan indah lagi.

“Selain itu, mereka (PKL) tidak disalahkan karena ada kesemrawutan jalan saat berjualan,” ucap Plt Bupati Kudus, HM Hartopo.

Spesifiknya ia mencontohkan, para PKL di seputaran gang satu hingga gang empat yang ingin merelokasikan diri dan mencari tempat yang nyaman, sangat dianjurkan untuk pindah ke Pasar Rakyat. Dengan pertimbangan tempat berjualan nyaman dan tetap.

“Hanya anjuran saja untuk mereka, ini sedang kami evaluasi,” lanjutnya.

Walau demikian, jika masih betah untuk tetap dilokasi sebelumnya, Hartopo berharap bisa dilakukan penataan. Khusus kasus PKL  Gang 1 hingga Gang 4. Jika sepakat jalur utara yang digunakan, maka semua pedagang yang berada di jalur selatan diharapkan untuk pindah ke sebelah utara.

“Satu sisinyan untuk berjualan, satu sisinya untuk parkir,” terangnya.

Sementara Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Andy Imam Santosa mengatakan proses pengisian Pasar Rakyat hingga kini terus berjalan. Seleksi berkas hingga pemilahan jenis pedagang yang menempati juga terus dilakukan pihaknya.

“Kami ingin menjaring pedagang yang benar-benar ingin berdagang,” kata Andy.

Jumlah pedagangnya pun hingga kini telah mencapai separuh lebih. Baik yang akan mengisi kios maupun los di Pasar Rakyat di komplek Pasar Baru. Separuh pedagang, juga termasuk sebagian PKL gang satu hingga gang empat yang setuju untuk direlokasi.

“Penempatan Pasar Rakyat kami upayakan segera,” terangnya.

Hingga kini, hal yang menjadi dalang dari lamanya pengisian sejumlah los dan kios di Pasar Rakyat adalah karena dari segi pedagang sendiri. Mereka masih enggan menempati karena masih belum bisa melepaskan dagangan yang luar.

“Walau demikian sebagian pedagang telah mengisi kiosnya, kini tengah menunggu instalasi airnya,” tandasnya.

Sementara salah seorang pedagang Endang, mengaku telah membuka kiosnya cukup lama. Imbas dari belum dibukanya kios-kios lain pada komplek Pasar Rakyat pun ia rasakan. “Pembeli masih jarang mampir di Pasar Rakyat, dagangan masih sepi,” ucapnya.

Ia pun berharap pedagang-pedagang lain bisa segera membuka kiosnya. Sehingga minat pembeli untuk mampir ke Pasar Rakyat bisa segera meningkat. “Ya semoga bisa segera buka semua, los-los juga bisa segera dipakai, sehingga terlihat memang seperti pasar,” tandas Endang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...