Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PG Rendeng Telusuri Sumber Limbah yang Diduga Cemari Sungai Pendo

MURIANEWS.com, Kudus – Perusahaan Gula (PG) Rendeng Kudus masih melakukan penelusuran terkait keberadaan limbahnya yang diduga mencemari Sungai Pendo, Anak Sungai Pendo, dan beberapa sumur milik warga di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus.

“Kami masih lakukan pengecekan terkait adanya kebocoran limbah kami,” ucapManajer PG Rendeng Kudus, Agus Sulistiyanto via pesan singkat, Rabu (21/8/2019).

Pihaknya mengatakan, terlepas benar atau tidaknya sumber limbah berasal dari perusahaannya, Agus tetap akan melakukan antisipasi. Pengantisipasian akan dilakukan dengan cara penetralan air limbah di pusat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang telah diperbaharui.

“Kami tetap lakukan pengecekan dan riset terkait hal ini,” lanjutnya.

Baca Juga:

Agus pun mengucapkan terimakasih atas laporan masyarakat soal pencemaran sekitar Sungai Pendo. Walau belum pasti air merupakan limbah dari PG Rendeng, Agus akan mengupayakan sebaik mungkin penanganan ini.

“Jika memang kami yang mencemari, akan kami perbaiki semaksimal mungkin,” tandasnya.

Sebelumnya, Anak Kali Pendo dan sejumlah sumur warga di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus diduga tercemar limbah Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kudus. Eko Prayitno, salah satu warga menjelaskan, pencemaran bahkan terjadi tiap tahunnya. Dengan kejadian paling parah adalah tahun 2018 lalu.

Ia menceritakan, kejadian pencemaran di tiap tahunnya pasti terjadi di setiap musim giling PG Rendeng dimulai. Anak kali di sebelah timur rumahnya selalu menimbulkan bau menyengat dan berwarna hitam kecoklatan.

Eko juga hapal betul di jam berapa bau menyengat akan muncul. Ia mengaku, bau menyengat sangat terasa ketika tengah malam hingga menjelang pagi saat warga mau salat subuh. “Bau menyengatnya sangat mengganggu,” tekannya.

Disisi lain, air Sungai Pendo yang tercemar limbah cair dari PG Rendeng dibutuhkan petani Desa Mejobo dan Kirig Kecamatan Mejobo. Air buangan digunakan untuk menanam padi pada MT III. Sedang jika dihentikan, akan merugikan petani di Desa Mejobo dan Kirig.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...