Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Garam Impor, Bupati Pati Sebut Awalnya CV ASL Ingin Bangun Sentra Garam

0 163

MURIANEWS.com, Pati – Keberadaan CV Anugrah Sinar Laut (ASL) di Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menjadi polemik. Perusahaan itu menjadi sorotan karena menumpuk garam impor.

Protes dari berbagai pihak bermunculan, termasuk dari kalangan DPRD Pati. Bahkan dalam sidang parpurna, Selasa (20/8/2019) yang sebenarnya mengagendakan tentang pandangan umum fraksi terkait Raperda Perubahan APBD 2019 pun tiba-tiba mencuat mengenai persoalan ini.

Fraksi Gerindra DPRD Pati meminta jawaban dari bupati Pati, mengapa perusahaan itu masih beroperasi, padahal sebelumnya dewan meminta izin perusahaan itu dicabut.

Bupati Pati Haryanto pun angkat suara mengenai keberadaan CV ASL ini, Rabu (21/8/2019). Menurutnya, pada 2018 lalu perusahaan itu menandatangani letter of Intent (LoI) dalam acara Pati Bussines Forum.

Saat itu menurut Haryanto, perusahaan yang kini disoal itu menyampaikan komitmennya untuk membangun sentra garam di Kabupaten Pati.

Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut justru melenceng dari komitmen awal. CV ASL juatru mengimpor garam, sehingga merugikan petani lokal.

Oleh karenanya, pihaknya pun lantas menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan tersebut. Sanksinya berupa pengurangan izin usaha garam.

“Izin usaha garam yang semula 200 ribu ton per tahun dikurangi menjadi 30 ribu ton pertahun,” kata Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang membacakan Jawaban bupati atas pandangan umum fraksi, Rabu (21/8/2019).

Baca: Soal Penimbunan Garam Impor Tiba-Tiba Mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD Pati

Menurutnya, pemangkasan itu sudah dilakukan sejak 11 Januari 2019 lalu. Sedangkan terkait impor garam, pihaknya mengaku saat ini telah ditangani oleh Satgas Pangan Polda Jateng.

“Saat ini telah ditangani oleh Satgas Polda Jateng dan akan kita evaluasi kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pati Noor Laila mengatakan, Pati merupakan sentra garam nomor dua nasional.sehingga  Garam impor sangat mengancam keberadaan petani garam lokal.

“Dengan adanya garam impor ini, harga garam lokal turun tajam bahkan tidak laku dijual,” katanya.

 

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.