Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Salak dari Jateng Ternyata Jadi Camilan Mewah di Kamboja

MURIANEWS.com, Semarang – Berbagai komoditas pertanian dari Jawa Tengah ternyata laris manis di pasar internasional. Bahkan beberapa komditas menjadi barang konsumsi kaum kelas menengah ke atas, karena dianggap cukup mewah.

Salah satunya adalah komoditas salak dari Jateng, di mana di Kamboja buah ini sangat laris. Duta Besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng mengatakan, kalangan yang mengonsumsi saak dari Jateng rata-rata dari kelas menengah ke atas. Oleh karenanya, permintaan pun terus meningkat.

“Setiap pekan itu ada tiga kali pengiriman (salak dari Jateng). Setiap pengiriman ada 14 ton,” katanya.

Tak hanya salak, para pengusaha di Kamboja saat ini juga tengah mencari manggis dari provinsi ini untuk dipasarkan di negaranya. Pasalnya kualitas manggis dari Indonesia diakui jauh lebih bagus.

”Sekarang masyarakat Kamboja sedang mencari manggis, karena yang tumbuh di sana kecil-kecil buahnya,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo berbincang dengan Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng. (MURIANEWS.com)

Oleh karenanya, pihgaknya berharap jalinan kerja sama dengan Pemprov Jateng bisa terus ditingkatkan. Tak hanya di bidang perdagangan dan industri, tetapi juga di bidang pariwisata.

Saat bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (20/8/2019), Sudirman Haseng Sudirman menceritakan potensi-potensi baru yang dapat dikerjasamakan Kamboja dengan Jateng. Karena, jumlah wisatawan dari Kamboja dengan jumlah penduduk 16 juta, yang berkunjung ke Jateng mencapai 6 hingga 7 juta wisatawan.

“Peminat wisata saat ini ada yang baru, yakni budaya dan pecinta arkeolog. Oktober 2019 nanti, ada pengusaha yang akan ke Jateng untuk bertemu Pak Ganjar. Selain promosi produk, akan ada kerjasama investasi,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ganjar Pranowo berharap dinas terkait menangkap peluang ini. Pihaknya meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jateng membuat profil terhadap destinasi arkeologi yang di Jateng ini lebih menarik dan lebih tua usianya. Agen pariwisata pun disiapkan untuk membuat paket-paket wisata.

“Kita butuh agen intelijen pariwisara untuk studi di Kamboja. Masyarakat di sana kita tantang untuk datang ke Jateng. Selain wisata, dunia ini kan sedang geger soal kopi. Kita tawarkan juga kopi terenak kita, yakni kopi luwak. Intinya, kita akan bekerjasama dengan negara-negara potensial,” tandas Ganjar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...