Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Merasa Dizalimi, Bupati Marzuqi Mengaku 10 Kali Minta Bantuan Jokowi

0 2.714

MURIANEWS.com, Semarang – Bupati Jepara (nonaktif) Ahmad Marzuqi menyampaikan pembelaan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (20/8/2019). Dalam kesempatan itu, Marzuqi mengaku beberapa kali meminta bantuan Presiden Joko Widodo terkait kasus hukum yang membelitnya.

Bahkan ia menyebut sampai 10 kali lebih meminta Jokowi dirinya mendapat perlindungan hukum. Tak hanya kepada Jokowi, Marzuqi juga meminta bantuan ke Menkopolhukam, Ketua KPK Agus Raharjo, Komisi III DPR RI, hingga ke DPP PPP, dan PDI Perjuangan.

“Sudah lebih dari sepuluh kali saya sampaikan permasalahan yang saya hadapi kepada presiden,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aloysius Priharnoto Bayuaji itu.

Marzuqi menyebut, sengaja mengadukan permasalahan hukumnya langsung kepada presiden karena ia merasa dizalimi. Ia menyebut, kasus hukum yang melilitnya tak lepas dari peran mantan Wakil Bupati Jepara Almarhum Soebroto yang juga adik Jaksa Agung Prasetyo.

Ia mengaku dizalimi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan bagi partai politik pada tahun 2011 hingga 2013.

Aduan kepada Jokowi juga pernah ia sampaikan secara langsung saat presiden mengunjungi Rembang pada 4 Februari 2019 lalu. Tak hanya itu, pada pertemuan di Istana Bogor pada 23 April 2019, Marzuqi juga kembali mengadukan hal yang sama kepada presiden.

Menurut Marzuqi, ia mengakui telah melakukan suap karena keterbatasan pengetahuannya tentang hukum. Padahal seharusnya tanpa menyuap pun gugatan praperadilan yang diajukannya terkait status tersangka kasus penyalahgunaan dana bantuan politik untuk PPP Kabupaten Jepara 2011 dan 2012 bisa gugur.

“Perkara pra peradilan yang saya mohonkan melalui pengacara. Ternyata tanpa harus menyuap memang wajib dikabulkan. Artinya menggugurkan status tersangka saya. Maka dengan ini saya berpandangan bahwa saya hanya dijadikan peluang untuk dimintai uang,” jelas Marzuqi.

Baca juga:

Dalam penutup nota pembelaannya, Marzuqi meminta keputusan yang seadil-adilnya dan seringan-ringannya dari majelis hakim.

Sebelumnya Jaksa KPK menuntut Marzuqi hukuman empat tahun penjara dan pencabutan hak politik selama lima tahun setelah bebas.

Selain tuntutan hukuman badan, jaksa juga menuntut Marzuqi membayar denda sebesar Rp 500 juta. Jika denda tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.