Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perpustakaan Desa Tulakan Jepara Jadi Runner-up Tingkat Nasional

MURIANEWS.com, Jepara – Perpustakaan Aku Cinta Membaca (Kucica) di Desa Tulakan, Donorojo, Jepara berhasil menyabet predikat runner-up Lomba Perpustakaan Desa Tingkat nasional 2019.

Prestasi ini menjadi sebuah motivasi besar bagi Jepara untuk terus meluaskan budaya baca. Penghargaan prestasi ini, diserahkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, di Jakarta.

Khoirul Mizan, Staf teknis Perpustakaan Daerah Jepara menyatakan, penghargaan ini mendapatkan apresiasi luas dan membanggakan.

Perpustakaan Kucica didirikan dan dikelola masyarakat Desa Tulakan, dengan menggunakan alokasi Dana Desa. Sehingga saat ini sudah bisa berkembang serta maju.

Perpustakaan Kucica memiliki koleksi setidaknya 10 ribu judul buku dan eksemplar. Ke depan, diharapkan tidak hanya mendongkrak minat baca, perpustakaan ini juga bisa mendorong geliat ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

“Kucica sudah berbasis inklusi yang melibatkan berbagai komunitas masyarakat setempat sehingga turut mengembangkan ekonomi kreatifnya. Artinya, komunitas itu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat yang mengakses pengetahuan dalam hal ekonomi dengan berbagai varian bentuk hasilnya,” ujar Khoirul Mizan, menjelaskan, Selasa (20/8/2019).

Keberhasilan Kucica ini diharapkan bisa memotivasi perpustakaan lainnya di Jepara, agar bisa meniru dan mengembangkannya. Perpustakaan Kucica ini, menjadi contoh yang baik dalam memberikan edukasi, inovasi, dan kreasi kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Jepara beberapa waktu lalu, Tim Juri Nasional Supriyanto menyampaikan, ada beberapa pedoman atau unsur utama dalam komponen penyelenggaraan dasar perpustakaan.

Di antaranyanya adalah koleksi (printed, recorder, online) dari perpustakaan. Lalu faktor pengelolaan dan pelayanan yang berhubungan dengan tenaga atau para pustakawan.

Selanjutnya berkaitan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki dan juga anggaran.Perpustakaan yang baik harus mempunyai anggaran yang cukup dan berkelanjutan untuk terus berkembang.

Selain komponen tersebut, terdapat juga komponen penguat. Di antaranya adalah kemampuan membangun sebuah inovasi dan kelembagaan. Ditambah lagi dengan kepedulian dari pemerintah daerah dan masyarakat.

“Apabila bisa meyakinkan, memantapkan komponen-koponen tersebut, kemungkinan besar bisa membawanya menuju yang lebih baik,” ujar Supriyanto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...