Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Tercemar Limbah PG Rendeng, Air Sungai Pendo dan Sumur Warga Mejobo Bau Busuk

0 138

MURIANEWS.com, Kudus – Aliran air Sungai Pendo dan sejumlah sumur milik warga di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, diduga tercemar limbah PG Rendeng, Kudus. Pasalnya, baik air sungai ataupun air sumur berubah warna hitam pekat yang diduga berasal dari pabrik gula di Kota Kretek tersebut.

Eko Prayitno, salah satu warga di dekat Sungai Pendo mengatakan, Sungai Pendo saat ini sudah berubah warna dengan bau busuk yang menyengat. Ironisnya, kejadian pencemaran pasti terjadi di setiap musim giling PG Rendeng dimulai.

”Bau menyengatnya sangat mengganggu,” katanya.

Eko bahkan hafal betul di jam berapa bau menyengat akan muncul. Ia mengaku, bau menyengat sangat terasa ketika tengah malam hingga menjelang pagi saat warga mau salat subuh. “Beberapa warga juga ada yang mengeluh gatal-gatal,”keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Mursyid. Ia mengaku sumurnya berubah warna dan berbau menyengat beberapa pekan kebelakag. Ia menduga, sumur tercemar anak kali pendo yang terdampak limbah PG Rendeng. Pasalnya, perubahan baru terjadi setelah PG Rendeng lakukan proses giling.

”Baru beberapa pekan terakhir ini, tapi kejadian seperti sudah bertahun-tahun terjadi,” ucapnya.

Mursyid dan keluarga pun terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan rumah tangga setiap harinya. Yakni sebesar Rp 7000 per galon. Dalam waktu dekat, ia juga akan membongkar sumur miliknya, karena sudah dianggap tak layak pakai lagi.

”Sebagian warga sudah memilih buat sumur bor yang dinilai lebih bersih,” tandasnya.

Terpisah, Anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Mejobo, Muslimin justru mengatakan air Sungai Pendo yang tercemar limbah cair dari PG Rendeng dibutuhkan petani Desa Mejobo dan Kirig Kecamatan Mejobo. Air buangan digunakan untuk menanam padi pada MT III

”PG Rendeng kami harapkan memperbaiki kualitas air buangnya,” katanya.

Pihaknya tak ingin pembuangan air limbah dari PG Rendeng dihentikan oleh warga karena bau menyengat yang mengganggu. Mengingat jika dihentikan, akan merugikan petani di Desa Mejobo dan Kirig.

”MT III masih berlangsung hingga September nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer PG Rendeng Agus Sulistiyanto ketika dikonfirmasi akan mengkroscek dan meminta maaf jika limbah produksi PG Rendeng kembali mencemari induk dan anak Sungai Pendo di Desa Mejobo.

“Kami akan lakukan pengecekan segera, Sebenarnya kami telah membuat IPAL, jika meman karena kami dimungkinkan human error,” tandasnya.

 

Reporter; Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.