Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Kendeng Pati Gelar Peringatan Kemerdekaan dengan Cara Beda

MURIANEWS.com, Pati- Ratusan warga di lereng Pegunungan Kendeng Kabupaten Pati, Sabtu (17/8/2019) juga menggelar upacara bendera untuk memeringati HUT Kemerdekaan RI.

Namun upacara yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dilakukan secara berbeda.

Pasalnya, jika biasanya bendera ditarik dengan menggunakan tali, tetapi di Kendeng justru ada orang yang memanjat tiang untuk menaikkan bendera tersebut. Tak ayal, ini pun menjadi perhatian warga setempat.

Upacara yang berlangsung di depan Gua Lawa Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati itu pun berlangsung khidmat. Para petani lengkap dengan pakaian adat pun turut menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Suasana pengibaran bendera di kaki bukit Kendeng. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

Inspektur upacara Gunretno mengatakan, acara rakyat 2019 ini mengambil tema “Merdeka Nguripi” yang atinya merdeka menghidupi.

“Jadi yang namanya merdeka itu harus menghidupi. Hidup itu menghilangkan banyak rintangan. Jadi kekhawatiran sedulur tentang ekonomi, tentang hak asasi manusia, ini kami berupaya menyemangati mereka yang lagi punya persoalan itu demi menghidupi anak cucu bangsa Indonesia,” katanya.

Dia juga menambahkan, upacara rakyat tersebut tidak hanya diikuti oleh warga Kendeng saja, tetapi ada juga dari Kalimantan, Sulawesi, Papua dan daerah lainnya.

“Mereka datang dengan biaya sendiri untuk bisa ikut upacara di sini. Jumlah peserta banyak dan dari latar belakang beda,” imbuh Gunretno yang juga koordinator JMPPK.

Sementara itu, seorang peserta dari Bali, Termana mengaku salut dengan acara upacara rakyat yang diadakan JMPPK.

“Upacaranya bagus. Ada dialog saat Pancasila dibacakan. Mempertanyakan konsep kemakmuran. Kami datang dari Denpasar Bali untuk ikut upacara. Mereka (JMPPK) berjuang juga memperjuangkan Kendeng dari pabrik semen. Sama seperti Bali yang kedatangan banyak investor tapi tidak mempedulikan lingkungan,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...