Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PNS Kejari Rembang Diduga Korupsi Rp 3 M Duit Tilang, Dipakai Beli Burung

0 1.976

MURIANEWS.com, Semarang – Pegawai Tata Usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, Adian Nur Cahyo diduga melakukan aksi korupsi terhadap uang denda tilang. Tak tangung-tanggung nilainya mencapai Rp 3 miliar lebih.

Pasalnya aksi korupsi itu dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2018 lalu. Informasinya, uang hasil menilep duit tilang itu sebagian besar digunakan untuk membeli burung.

Saat ini Adian ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dan terancam hukuman 20 tahun kurungan penjara.

Berkas pemeriksaan dan tersangka dilimpahkan ke Kejati Jateng, Jumat (16/8/2019). Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng Ketut Sumedana, mengatakan, berkas pemeriksaan terhadap tersangka sudah komplit dan siap disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Ia menyebut, kasus ini terbongkar pada 2018 lalu. Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim internal, tersangka yang merupakan pegawai negeri sempat menghilang selama tiga bulan.

“Tersangka ini sebenarnya waktu diperiksa oleh Bidang Pengawasan (Kejati Jateng), dia sempat menghilang selama tiga bulan. Makanya tersangka sempat jadi DPO (daftar pencarian orang) internal kejaksaan,” imbuh Ketut Sumedana.

Pihak kejasaan pun meminta bantuan Kejaksaan Agung untuk memburu tersangka, hingga akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika uang yang dikorupsi itu memang digunakan untuk membeli burung. Ini dilakukan untuk menunjang hobi tersangka yang senang dengan kompetisi burung berkicau.

”(Pengakuan) Sementara digunakan beli burung. Dia sering lomba burung. Saya tidak tanya detail berapa burung, saya tanya tadi buat beli burung,” kata Ketut.

Dia mengatakan ulah Adian mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 3.025 miliar. Meski demikian, menurut dia pihaknya tak akan menyita burung-burung yang dibeli dari hasil menilep denda tilang tersebut.

Pengganti kerugian negara bisa dialihkan dengan menyita aset milik tersangka, seperti rumah ataupun tanah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.