Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terpeleset di Puncak 29, Warga Kudus Ini Selamat Berkat Share-Loc

MURIANEWS.com, Kudus – Agus Yusuf, seorang pendaki tunggal yang sempat jatuh di jurang Puncak 29 Kudus, Kamis (15/8/2019) siang merasa bersyukur dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup. Ia tak menduga bisa selamat setelah berjam-jam menentang maut. Beruntung ia bisa menggunakan smartphone dan mengirim share location (share-loc) ke salah satu anggota Basarnas Jepara.

“Saya bersyukur masih bisa selamat,” kata Agus saat ditemui di kediaman rumahnya di Gang Pondok, Mlati Lor RT 06/ RW 01, Kecamatan Kota, Kudus,  Jumat (16/8/2019) siang.

Ketika dikonfirmasi, Agus bercerita mengenai bagaimana ia bisa sampai jatuh di jurang dengan kemiringan 80 derajat tersebut. Hari itu, ia sebenarnya tidak ada niatan untuk mendaki ke Puncak 29. Hanya, ketika mengetahui temannya sedang berangkat ke atas (Puncak 29), timbul niat untuk menyusul.

“Awal mulanya saya hanya ingin main saja ke rumah teman,” akunya.

Agus lantas bergegas untuk naik. Dengan bekal seadanya, Agus kemudian bergegas menuju pos pendakian. Sesampainya di sana, Agus menitipkan motornya di pos dan bersantai di warung yang letaknya di bawah puncak 29.

“Saya lantas bertemu segerombolan pendaki dari Semarang, mereka menawari saya untuk naik bersama,” lanjutnya.

Agus bersama empat orang tersebut kemudian naik ke Puncak 29. Sesamapainya di jembatan, Agus memutuskan untuk mencari jalan lain. Ia penasaran untuk mencari rute baru dan berpisah dari rombongan.

“Saya sengaja berpisah karena saya penasaran dan coba cari jalan lain,” lanjutnya.

Beberapa meter setelahnya, Agus terpeleset ke jurang dan bertumpu pada sebuah pohon. Ia mengaku sempat mencoba menolong dirinya sendiri dengan berbagai cara. Seerti mencari celah untuk menaikkan kakinya. Sampai akhirnya ia putus asa.

“Kalau tidak salah jam dua siang saya terperosok di jurang dengan ke dalaman 10 meter,” lanjutnya.

Pasca merenung, Agus terlintas untuk mencoba cari bantuan dengan menggunakan bantuan smartphone-nya. Beruntung, sinyal provider yang digunakan Agus masih menyambung dan bisa digunakan untuk mengakses internet.

“Saya kemudian menemukan nomor dari Basarnas Jepara,” ucapnya.

Dengan cepat, Agus kemudian menghubungi dan mengirimkan titik koordinat lokasinya pada Basarnas. Agus sempat khawatir ketika hujan lokal melanda tempatnya. Kabut yang begitu tebal pun membuat agus merasa gelisah.

“Saya sudah melihat cahaya tim sar sekitar pukul tujuh malam,” lanjutnya.

Agus mengatakan, tim SAR baru bisa menemukan dirinya sekitar pukul sebelas malam. Ia pun langsung dibawa turun dan dinaikkan mobil ambulance relawan Kudus di Pos Semliro. “Saya langsung diberi perawatan, saya benar-benar beruntung,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...