Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sudah 10 Bulan Kerja Pakai Seragam PNS, 4 Warga Kebumen Tenyata Kena Tipu Kuli Serabutan

0 16.477

MURIANEWS.com, Kebumen – Empat orang warga Desa Pesuningan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, menjadi korban penipuan bermodus perekrutan pegawai negeri sipil (PNS).

Mereka telah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, karena dijanjikan bisa bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Uang itu diberikan kepada CS (42) warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Para korban ini telah menyetor uang sebesar Rp 155 juta.

Kepada empat warga Desa Pesuningan ini, CS juga mengaku sebagai PNS di Kementerian Lingkungan Hidup yang berkantor di Semarang. Padahal aslinya, ia hanya kuli bangunan.

Yang unik, untuk memuluskan aksi penipuannya, CS memberikan para korbannya itu seragam PNS. Tak hanya itu, mereka juga diajak ”berdinas” melakukan pengecekan aliran sungai di wilayah Kebumen, Wonosobo dan Purbalingga.

Selama 10 bulan para korban diajak dinas apus-apus itu bersama CS. Mereka pun yakin sudah menjadi pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena tiap kali diajak dinas mereka juga disuruh membuat laporan.

“Setelah kegiatan pengecekan, selanjutnya tersangka (CS) bersama para korban membuat laporan kegiatan. Jadi sangat rapi sekali aksinya,” kata Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Jumat (16/8/2019).

Tak hanya itu saja, selama 10 bulan berdinas itu, para korban ternyata juga digaji. Gaji itu diberikan oleh tersangka, nominalnya antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

”Gaji diberikan setiap awal bulan, berdasarkan lama masa dinas yang ditentukan oleh tersangka sendiri,” ujarnya.

Tak hanya kepada para korbannya, istri keduanya juga ternyata kena tipu oleh CS. Sepengetahuan keluarganya, CS merupakan seorang PNS. Apalagi setiap hari juga berangkat kerja dengan mengenakan seragam PNS.

“Sang istri juga tidak tahu kalau suaminya bukan ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Baru tahu, setelah kasus ini dibongkar,” terangnya.

Aksi tipu-tipu CS ini terbongkar setelah para korban merasa curiga dengan nomor induk kepegawaian (NIK) yang diberikan tersangka. Karena saat diperiksa di kementerian, NIK tersebut tidak terdaftar. Karena geram mereka langsung melaporkan kasus ini ke polisi.

Kepada polisi tersangka mengaku aksinya itu dilakukan untuk menutupi malu kepada mertuanya. Pasalnya, saat melamar istri keduanya ia mengaku sudah diterima sebagai PNS dan ditugaskan di Kebumen.

Padahal hanya penganguran dan kadangkala bekerja serabutan. Sang istri keduanya itu pun diboyong ke Kebumen untuk menghindari kecurigaan mertuanya.

Untuk mengelabuhi keluarga, setiap pagi CS berpamitan kepada istri dengan mengenakan seragam. Setelah jauh dari rumah seragam dilepas dan menjadi buruh serabutan.

Uang hasil nguli ia kumpulkan dan diserahkan kepada istrinya saat awal bulan seperti pegawai negeri yang gajian.

Dari hasil menipu itu, tersangka dapat menyekolahkan dua anaknya, serta menguliahkan satu anaknya hasil pernikahan dengan istri pertamanya.

”Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 378 junto 372 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun penjara,” terang kapolres.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya slip gaji palsu, seragam PNS, papan nama dan kartu pengenal serta sepeda motor.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.