Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kekeringan, Petani di Pati Harus Lebih Dalam Rogoh Kocek Sewa Pompa Air

MURIANEWS.com, Pati – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, membuat para petani harus berpikir keras. Bagaimana tidak, lahan persawahan yang sudah ditanami padi maupun jagung, harus mendapatkan irigasi penuh.

Apalagi, usia tanam baru dua bulan, sehingga pasokan air mutlak dibutuhkan. Mau tak mau mereka juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan air irigasi ke area persawahan.

Salah satunya menggunakan mesin pompa air. Para petani harus megeluarkan kocek untuk menyewa mesin pompa, belum termasuk biaya BBM untuk mengoperasikan mesin tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Jumadi, petani jagung di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Karena beberapa bulan tak turun hujan, mesin pompa air menjadi solusi yang ia ambil.

Tidak miliknya sendiri, Jumadi menyewa pompa air untuk menyedot air dari Sungai Baturejo hingga ke sawah. Sekali sewa, dirinya harus merogoh saku hingga Rp 400 ribu.  “Untuk satu hektare, Rp 400 ribu sudah cukup,” katanya, Kamis (15/8/2019).

Lebih lanjut, sebulan lagi jagungnya sudah harus panen. Apabila pasokan air tidak mencukupi, tentu hasil panen juga tidak bisa maksimal.

“Tanaman jagung ini kan baru berusia dua bulan, masih pengisian sehingga sangat membutuhkan air,” ujarnya.

Sementara itu, pengurus Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) Sucipto mengatakan, untuk menyelamatkan tanaman jagung milik petani pada musim kemarau, perlu dilakukan sistem pembagian pasokan air.

“Banyak petani yang sangat membutuhkan pasokan air setiap musim kemarau. Namun karena kendala keterbatasan air maka kami melakukan pembagian pemakaian air. Ini perlu kami lakukan supaya pendistribusian air bisa merata,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...