Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jateng Berhasil Olah Sampah Plastik Jadi Briket Pengganti Batu Bara

0 48

MURIANEWS.com, Semarang – Pemperintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah segera mengoperasikan pabrik pengolahan sampah plastik menjadi briket pengganti batu bara. Pabrik pengolahan ini mampu menyerap hingga 600 ton sampah per hari.

Pengolahan sampah menjadi briket ini berada di Kabupaten Cilacap dan akan dioperasikan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang dulu bernama PT Holchim. Dalam pengolahan sampah plastik ini, menggunakan mesin hibah dari Denmark.

Dari hasil percobaan, briket yang dihasilkan mempunyai kualitas yang cukup bagus, dan bisa menjadi pengganti batu bara.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pengolahan sampah plastic di Cilacap ini sudah siap dioperasikan.

”Harapannya bisa segera diresmikan presiden. Pembeli briket dari sampah ini sudah ada, yakni PT SBI,” katanya Kamis (15/8/2018).

Ia menyatakan, dalam penanganan sampah di Jateng sebenarnya ada dua proyek besar. Yakni proyek pengolahan sampah menjadi gas metan di Semarang dan pengolahan sampah menjadi briket di Cilacap.

Untuk yang di Cilacap jika proyek ini sukses, pihaknya akan membuat replikanya di sejumlah daerah lain. Bahkan ke depan diupayakan agar briket dari sampah plastik ini bisa menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Kalau ini sudah jalan dan hasilnya bagus, kelak harapan kami bisa lebih besar lagi. Dan ada peluang bagi PLTU di Jateng untuk menggunakan produk briket dari sampah ini, sehingga nanti pengolahan sampah bisa lebih optimal di Jateng,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT SBI, Aulia M Oemar mengatakan, dari hasil percobaan menunjukkan briket dari sampah plastik itu mempunyai kapasita 3.000-4.000 kalori.

“Setelah proyek ini diresmikan, kami siap menampung sampah dari Cilacap dan mengubahnya menjadi briket untuk keperluan bahan bakar perusahaan kami,” kata Direktur PT SBI, Aulia M Oemar saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Selasa (13/8/2019).

Oemar menambahkan, dengan mesin hibah dari pemerintahan Denmark yang digunakan saat ini, pihaknya mengatakan mampu menampung 150 ton sampah perhari untuk dibuat briket. Bahkan jika dioptimalkan, perusahaannya bisa menampung sekitar 500-600 ton sampah perhari.

“Bahkan jika nanti bisa menambah alat lagi, perusahaan kami bisa menampung 1000 ton sampah perhari. Tentu ini akan mengatasi persoalan sampah di daerah Cilacap dan sekitarnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.