Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aduan ke Ombudsman Jateng Menurun Drastis, Ternyata Medsos Ganjar Penyebabnya

0 208

MURIANEWS.com, Semarang – Tiap Tahun Ombudsman Republik Indonesia (ORI) selalu menerima pengaduan dari masyarakat terkait pelayanan publik di Jawa Tengah. Jumlahnya bisa mencapai belasan hingga puluhan kasus.

Namun pada tahun 2019 ini Ombudsman mengaku kaget, lantaran jumlah pengaduan yang masuk menurun drastis. Hingga Juli 2019 tercatat baru ada dua laporan yang masuk.

“Padahal tahun 2018 masih ada 19 laporan terkait pelayanan publik. Jadi ini memang menurun drastis,” kata Kepala ORI Jateng, Siti Farida, Rabu (14/8/2019).

Ini dikatakan Farida dalam dialog publik bertema “Ngrumat Bebrayan Pelayanan Publik di Jateng” yang digelar di Gedung Pers Jalan Tri Lomba Juang, Semarang. Hadir juga dalam dialog itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua PWI Jateng Amir Mahmud.

Farida menyebut, menurunnya pengaduan dari masyarakat itu disebabkan dibukanya kanal pengaduan melalui medsos pribadi Ganjar Pranowo. Dari medsos itu, Ganjar memang sering mendapat laporan dan keluhan dari warganya.

Laporan ke medsos Ganjar itu pun biasanya langsung direspon dengan cepat. Bahkan Ganjar kerap langsung turun tangan.

“Selain penggunaan medsos untuk pelayanan publik, termasuk pengaduan yang dilakukan Pak Gubernur, tingkat kepuasan pelayanan publik di Jateng memang sudah baik. Berdasarkan survei kepatuhan pada 2016 lalu, Pemprov Jateng memang masuk zona hijau, artinya tingkat kepuasan masyarakat pada pelayanan publik tinggi,” terangnya.

Sementara itu Ganjar Pranowo mengaku kaget dengan sedikitnya pengaduan ke Ombudsman. Padahal menurut dia, pengaduan yang masuk ke dirinya sudah mencapai ribuan.

“Mungkin masyarakat belum tahu bahwa ada ORI yang bisa jadi tempat mengadu. Saatnya ORI memperkenalkan diri agar dapat memerankan fungsinya dengan optimal,” terangnya.

Ganjar juga menyebut, selain di lingkungan Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota lain di Jateng juga banyak yang sudah responsif. Ganjar mencontohkan seperti Kota Semarang, Kota Solo, Banyumas dan daerah lain.

“Nah, ORI mungkin juga bisa mengadvokasi daerah-daerah lain yang masih belum responsif terkait pengaduan pelayanan publik. Selama ini, saya bersama ORI cukup intens bekerja sama khususnya dalam upaya peningkatan pelayanan publik di Jateng,” katanya.

Dengan kondisi ini Ombudsman Jateng pun menyatakan akan mengejar ketertinggalan itu. ORI menyebut juga akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Termasuk memanfaatkan media sosial untuk memudahkan masyarakat melakukan pengaduan seperti yang dilakukan Ganjar. Sehingga pengaduan akan direspon dengan cepat.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.