Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Keracunan Jajanan, Belasan Siswa SD 06 Bulungkulon Ternyata Tercemar Polusi Bangkai Ayam

0 359

MURIANEWS.com, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menduga kuat penyebab mual muntah dan pusing  yang menimpa 15 siswa SD 6 Bulungkulon pada Jumat (2/8/2019) lalu bukan karena keracunan makanan. Melainkan dampak dari polusi udara dari bangkai ayam yang ditemukan di sekitar SD.

Kasi Surveilens dan Imunisasi DKK Kudus Anik Fuad menjelaskan, saat melakukan pengecekan tempat kejadian, pihaknya mendapati sebuah bangkai ayam dengan bau sangat menyengat. Penemuan bangkai berada di bawah jendela salah satu kelas di SD tersebut.

Temuan inilah yang diduga kuat sebagai sumber awal mual dan muntah yang dialami oleh siswa SD 6 Bulungkulon. Bukan dari jajan sekolah yang dikonsumsi oleh siswa seperti dugaan awal.

”Kemungkinan besar memang dari bangkai tersebut,” katanya, Rabu (14/8/2019).

Hal senada juga diungkapkan Kabid Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Nasiban. Dugaan polusi itu diperkuat dari hasil uji lab bakteriologis dan kimiawi terhadap sejumlah sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Di antaranya mie, jeli, pisang krispy, bumbu balado dan popcorn.

”Semuanya menunjukkan hasil yang negatif. Tidak ada zat berbahaya di makanan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: 

Nasiban menjelaskan, proses terjadinya keracunan makanan biasanya membutuhkan waktu paling sedikit dua jam terhitung dari waktu menelan makanan. Sementara, dalam kejadian kemarin, hanya berselang 30 menit siswa sudah mengalami mual dan muntah.

”Kala itu siswa mengonsumsi makanan tepatnya pukul 06.30 WIB. Setengah jam kemudian, siswa mulai merasakan mual dan muntah. Dengan jangka waktu yang hanya setengah jam, kuat dugaan memang ada penyebab lain,” terangnya.

Selain tenggang waktu yang singkat, ia juga menyoroti kondisi para siswa yang kurang mencerminkan kondisi korban keracunan. Biasanya korban keracunan akan lemas hingga berjam-jam. Tetapi kemarin, usai diberi obat mereka nampak bugar dan bisa kembali beraktivitas.

“Ada beberapa indikasi lain yang menguatkan dugaan jika kejadian tersebut bukan keracuan,” ungkapnya.

Sebelumnya Sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar (SD) 6 Bulung Kulon, Jekulo keracunan pada, Jumat (2/8/2019) pagi. Mereka, mengalami mual, sesak nafas, sakit perut, dan pusing pasca menyantap makanan ringan yang dijajakan di depan sekolah.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.