Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tiga Mahasiswa Asing Belajar Batik Bertema Bhineka Tunggal Ika di Kudus

0 185

MURIANEWS.com, Kudus – Sebanyak tiga mahasiswa asing mengikuti belajar batik di Muria Batik, Kudus, Selasa (13/8/2019). Uniknya, mahasiswa yang berasal dari dua negara Vietnam dan Thailand ini belajar membantik bertemakan bhineka tunggal ika.

Ketiga mahasiswa itu adalah Sulaiman dari Thailand yang kuliah di Unwahas Semarang, Nguyen Thi Phuong Mai dari Hanoi University Vietnam, dan Nguyen Thi Huong dari University of Social Sciences anda Humanities Vietnam.  Mereka terlihat antusias mengikuti prosesi membatik. Nampak, mereka diberikan arahan oleh Yuli Astutik yang merupakan owner Muria Batik.

Yuli sapaan akrabnya mengatakan, saat ini para mahasiswa diberikan pelatihan tentang cara membatik bertemakan dengan bhineka tunggal ika. Apalagi, beberapa hari lagi Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan yang ke-74.

“Saat ini Muria Batik mengambil tema bhineka tunggal ika,” katanya kepad awak media, Selasa (13/8/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa motif batik yang diajarkan kepada para mahasiswa. Mulai dari batik yang bermotif burung garuda, pulau Indonesia, hingga bendera Indonesia.

Para mahasiswa asing berfoto bersama usai belajar batik di Muria Batik, Kudus, Selasa (13/8/2019). (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji).

“Untuk awalnya mereka megang canting agak susah. Setelah beberapa jam mereka nyaman dan mampu membatik,” lanjutnya.

Salah satu peserta mahasiswa asal Vietnam Nguyen Thi Phuong Mai mengatakan, ia datang ke Indonesia lewat program living in Asia yang diselenggarakan UMK. Mahasiswa Hanoi University itu berpendapat belajar membatik cukup sulit, karena memerlukan detail tertentu.

“Sangat sulit. Karena memperlukan detail. Tapi batik is beautiful. I like batik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional UMK Mutohhar mengungkapkan kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Living In Asian yang digelar oleh Universitas Muria Kudus (UMK). Dalam kegiatan ini adalah memperkenalkan potensi lokal. Salah satunya adalah pelatihan membatik.

“Ini rangkaian kegiatan yang sudah ada dijalin antara UMK dan KBRI di Hanoi. Ini merupakan program kedua kalinya, KBRI mengirimkan delegasi mahasiswa untuk belajar budaya Indonesianya khususnya di Kota Kudus,” jelasnya.

Ia mengatakan, batik dipilih secara khusus karena dinilai tidak lagi sebatas warisan budaya. Akan tetepai lebih dari itu. Seni nyanting di atas kain ini sudah mengglobal.

“Di mana-mana sudah mengenal batik. Nah ini kami kenalkan batik tulis. Harapannya tahun berikutnya di KBRI menyelenggarakan pameran batik. Batik Kudus dipamerkan di sana juga,”tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.