Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Menara Kudus Sudah Gunakan Daun Jati Sejak Pertama Kali Jadi Tempat Berkurban dan Buka Luwur

0 157

MURIANEWS.com, Kudus – Perayaan hari raya Idul Adha masih terasa hingga hari ini, Selasa (13/8/2019). Hal ini seperti yang ada di kompleks Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus.

Hari ini, pihak Menara Kudus baru menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kurban kepada masyarakat. Uniknya, ternyata di Kompleks Masjid, Makam, dan Menara Sunan Kudus sejak dulu hingga sekarang menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban. Padahal, pemerintah daerah sebelumnya mengimbau agar masyarakat tidak mengenakan plastik untuk membungkus daging kurban.

Salah satu panitia Fahrudin mengatakan, mengenai daun jati yang digunakan untuk membungkus daging kurban, ternyata sudah digunakan sejak awal hingga sekarang. Baik setiap hari kurban ataupun buka luwur Sunan Kudus.

“Mengenai daun jati semenjak pertama kali kita mengadakan buka luwur korban tetap fungsi utama adalah daun jati,” katanya saat ditemui disela-sela pembagian daging kurban di kompleks menara dan makam Sunan Kudus, Selasa (13/8/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya selalu menggunakan daun jati. Yakni daun jati lebih nyaman saat membungkus daging kurban. Tidak menyebabkan cepat berbau daging saat dibungkus dengan daun  jati.

“Karena daun jati membungkus daging, daging tidak menyerap, tidak membau. Kalau biasanya ditaruh diplastik kan biasanya membau. Akhirnya diputukan daun jati dari awal dulu,” ungkapnya.

Untuk membungkus daging kurban itu, pihak panitia telah menyediakan sebanyak 33 kendang daun jati. Setiap kendang daun jati ada sebanyak 250 hingga 300 lembar daun jati.

“Pada kesempatan ini, di menara menyembelih 18 hewan kerbau dan 25 kambing,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, untuk lebih religius daun jati itu kemudian ditaruh ke dalam keranjang. Sehingga tidak mengenakan daun plastik lagi.

“Nah untuk para ulama, kita pembagian daging kurban menggunakan keranjang. Isitilahnya biar menjadi religius. Karena kemarin kan sudah ada imbau tidak boleh menggunakan plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, daging kurban tersebut akan dibagikan secara merata di sembilan kecamatan di Kudus. “Kita bagikan di sembilan kecamatan. Karena sudah ada sendiri-sendiri. Biar pada ikut merasakan daging kurban,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.