Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lulusan SMKN Jateng Jadi Rebutan Perusahaan Besar Bergaji Mentereng

0 534

MURIANEWS.com, Semarang – Sejak didirikan tahun 2014, program sekolah gratis SMKN Jateng telah meluluskan ratusan alumni. Setelah lulus sebagian besar siswa SMKN Jateng langsung jadi rebutan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Sebanyak 81 persen lulusan sekolah ini sudah bekerja di perusahaan besar dengan gaji menggiurkan. Saat ini SMKN Jateng telah meluluskan sebanyak 354 alumni yang terbagi dalam tiga angkatan.

Sebanyak 286 atau 81 persen alumninya tersebar di berbagai perusahaan ternama. Kemudian 15 persennya atau 54 alumni meraih beasiswa kuliah dan 14 alumni menjadi anggota TNI/Polri atau sebanyak 4 persen.

Bahkan disebutkan alumni SMKN Jateng tak perlu repot atau bingung memasukkan lamaran ke perusahaan. Karena sejak kali pertama masuk kelas, mereka sudah bisa menentukan bakal kerja di mana.

Sejumlah perusahaan besar yang antre untuk merekrut siswa dari sekolah ini di antaranya, PT Hitachi Power Systems Indonesia, PT. United Tractors Pandu Enginnering (PATRIA), PT Cogindo Daya Bersama (Indonesia Power), PT Komatsu  Undercarriage Indonesia dan PT Pasifik Pertama Indonesia.

Salah satu lulusan SMKN Jateng yang telah memetik hasilnya yakni Nurul Amanda Adhistia (20). Saat ini dia bekerja sebagai Staff Inspector, Departement Quality Assurance PT Hitachi Power Systems Indonesia, Cikarang Jawa Barat. Dalam sebulan kisaran gaji yang dia terima antara Rp 7 juta hingga Rp 9 juta.

“Sudah dua tahun bekerja di sini. Pasti lah ngirim ke orangtua. Untuk besarannya (yang dikirim ke orang tua) rahasia,” katanya.

Siswa SMKN Jateng tengah beraktivitas di lingkungan sekolahnya. (MURIANEWS.com)

Gadis ini berasal dari Sarangan, Gesing, Kecamatan Kandangan, Temanggung. Gaji yang ia dapat selain untuk membantu keluarga dan biaya hidup, ia juga bisa menabung untuk biaya pendidikan.

Untuk menunjang karirnya, di tengah padatnya jam kerja dia bahkan saat ini kuliah di President University, jurusan Major Electrical Engineering, semester 3.

Sementara itu, Sri Lestari, Tim Rekrutmen PT Komatsu Undercarriage Indonesia mengaku awalnya sempat gambling saat merekrut lulusan dari sekolah ini, terutama alumni perempuan. Namun melihat kinerjanya, ia menyebut perusahaanya kini ketagihan.

“Kinerja mereka sangat bagus. Ditambah attitude dan disiplin yang baik. Mereka juga cepat menyesuaikan pekerjaan. Karena itu kami sudah tiga kali melakukan rekrutmen dari sana (SMKN Jateng),” ujarnya.

Kepala SMKN Jateng Yudi Wibowo juga menyebut, saat ini tiga perusahaan telah teken kerja sama untuk membuka kelas di SMKN Jateng. Pilihan mereka sama, membuka kelas industri. Perusahaan itu adalah PT Cogindo Daya Bersama (Indonesia Power) PT  Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang kelasnya diisi 30 siswa dan PLN dengan 24 siswa.

“Saat ini siswa kelas industri tiga perusahaan itu naik ke kelas 11. Begitu mau lulus kelak, mereka langsung mengurus administrasi untuk kemudian langsung masuk kerja sesuai kelas perusahaan. Kecuali PLN karena itu milik negara,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, program SMK gratis ini menurut dia, dilahirkan sebagai upaya untuk pengurangan kemiskinan. Seluruh siswa yang diterima berasal dari kalangan miskin dan berprestasi.

Baca: Pakar Nilai Sekolah Gratis SMKN Jateng Wujud Jihad Entaskan Kemiskinan

Mereka ditempa di kelas oleh puluhan tenaga ajar yang ahli di sembilan jurusan, tinggal di asrama selama tiga tahun di bawah arahan tiga purnawirawan serta pendampingan empat tenaga kesehatan.

“Pengurangan kemiskinan dari jalur pendidikan ini merupakan pondasi kokoh untuk mengangkat derajat perekonomian. Efeknya bisa dirasakan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” kata Ganjar.

Jangka pendek, kata Ganjar bisa dibuktikan dengan berkurangnya beban orangtua menanggung biaya hidup satu anak. Karena di SMKN Jateng seluruh biaya hidup dan belajar beserta kelengkapannya selama tiga tahun ditanggung Pemprov Jateng.

Jangka menengahnya, usai wisuda para alumni langsung “dilamar” perusahaan ternama, yang otomatis dengan gaji yang mereka terima bakal memberi manfaat pada orangtua atau keluarga.  “Jangka panjangnya untuk kehidupan di masa mendatang para siswa tersebut,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.