Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PD BKK se-Jateng Dilebur Jadi Satu, Ganjar: 2 Tahun Harus BEP

0 528

MURIANEWS.com, Solo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merombak Perusahaan Daerah (PD) BKK yang tersebar di berbagai daerah di provinsi ini. Seluruh PD BKK se-Jateng digabungkan menjadi entitas perbankan baru bernama PT BKK Jateng Perseroda.

Ada 27 PD BKK yang dilebur menjadi satu. Perombakan ini dilakukan setelah terjadi kasus penyelewengan dana nasabah oleh PD BKK Pringsurat Temanggung.

Ganjar Pranowo menargetkan keuangan PT BKK Jateng Perseroda itu bisa normal dalam waktu dua tahun ke depan. Pasalnya, saat ini kondisi keuangan PT BKK Jateng masih belum stabil, karena dalam kondisi merugi.

“Istilahnya ini nglumsumi, jadi lahir kembali. Tentu ini memiliki harapan besar untuk semakin baik, meskipun saat terbentuk masih merugi sekitar Rp 170 miliar,” kata Ganjar saat memberikan pembinaan pengurus PT BKK Jateng di Solo, Senin (12/8/2019).

Dalam waktu dua tahun yang diberikan Ganjar, PR BKK Jateng diharap sudah mencapai break even point (BEP) atau keuangannya normal. Ia pun meminta para pengurus baru bisa memenuhi target itu.

“Apalagi aset PT BKK Jateng ini sangat besar, mencapai Rp 1,2 triliun. Dengan aset sebesar itu, ritme kerja, tujuan dan paradigma yang sama, maka saya yakin target itu tercapai dan PT BKK Jateng akan menjadi bank yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menyebut, PT BKK Jateng bisa menjadi bank sehat dan besar. Pihaknya pun meminta agar kehadiran PT BKK bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat bawah.

“Saya minta persoalan di level bawah dibereskan dengan inovasi dan produk-produk PT BKK Jateng. Persoalan di desa-desa, UKM, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan dan sebagainya. Persoalan perumahan dan seni budaya juga harus mendapat perhatian,” katanya.

Baca: Dikorupsi Direktur, BKK Pringsurat Rugi Rp 123 miliar

Sementara itu, Direktur Utama PT BKK Jateng, Kusnanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan inventarisir baik aset, sumber daya manusia dan bisnis di perusahaan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk menciptakan sejumlah produk baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Waktu dua tahun yang diberikan Pak Gubernur sebagai pemegang saham untuk BEP memang tidak lama, namun kami yakin bisa mewujudkannya,” kata dia.

Upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut lanjut dia juga terus dilakukan. Dalam waktu sebulan setelah lahir, yakni tepatnya 2 Juli 2019, pihaknya berhasil melakukan efisiensi hingga Rp 7 miliar.

“Akan terus kami kejar ketertinggalan ini. Kami optimis bisa menjadi bank yang besar dan masuk lima besar nasional,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.