Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satu Hewan Kurban di Masjid Agung Kudus Positif Mengandung Cacing Hati

0 281

MURIANEWS.com, Kudus – Satu dari sembilan ekor kerbau yang disembelih di Masjid Agung Kudus, ditemukan cacing hati. Adanya parasit, baru diketahui pasca kerbau disembelih dan diperiksa oleh tim Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kudus, Senin (12/8/2019) pagi.

”Hanya hatinya saja yang bermasalah, sedang dagingnya dalam keadaan segar dan sehat,” ucap  Kasi produksi dan kesehatan hewan Sidi Pramono saat ditemui usai melakukan pengecekan di Masjid Agung Kudus.

Pihaknya sendiri telah dua hari ini menyusur kondisi hewan kurban yang telah disembelih. Dengan tujuan menemukan apakah ada cacing hati atau tidak pada organ dalam hewan kurban. Ini lantaran sulit dideteksi saat hewan kurban masih hidup.

”Kalau temuan kami, di Kudus ada dua hewan kurban yang mengandung cacing hati, yakni di Ngembal dan di Masjid Agung,” lanjutnya.

Hati yang mengandung cacing tersebut saat ini dibawa untuk diamankan. Dengan tujuan, organ yang telah terinfeksi tersebut tidak ikut dibagikan pada masyarakat. Sedang pengecekan hari ini, dilakukan di dua lokasi yakni Masjid Agung Kudus dan SMA Al Ma’ruf Kudus.

”Sebelumnya kami juga menyusur daerah daerah lain seperti Ngembalrejo, Panjang, dan berbagai lokasi lainnya,” lanjut Sidi.

Ia menambahkan, kerbau yang terinfeksi cacing hati, disinyalir berasal dari luar kabupaten. Pasalnya, pihak DPP dan tim khusus telah melakukan pengecekan selama tiga bulan kebelakang. Hewan kurban yang disinyalir sakit telah diminta untuk tidak dijual.

”Kami cukup ketat dalam mengawasi kesehatan hewan ternak yang ada di Kudus,” tandasnya

Sementara dr hewan Anton Cahyono yang juga bagian dari tim peninjau menambahkan, hati yang terdampak cacing hati atau yang bernama ilmiah fasciola hepatica sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi. Mengingat dampaknya bisa saja tidak baik untuk kesehatan manusia.

”Sebaiknya memang dipisahkan untuk tidak dikonsumsi,” ucapmya.

Anton menambahkan, ciri dari hati hewan yang telah ditinggali cacing hati biasanya mempunyai bercak putih. Ditemukannya rongga pada hati adalah indikator lainnya. Rongga, akan dijadikan rumah bagi para cacing hati.

”Dua ciri tersebut yang paling mencolok,” terangnya.

Anton juga menegaskan, jika mengonsumsi daging kurban yang hatinya terinfeksi cacing hati tidaklah masalah. Mengingat parasit hanya menginfeksi organ dalamnya saja. Dan tidak mempengaruhi kondisi dari daging hewan.

“Untuk daging masih aman dikonsumsi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.