Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pakar Nilai Sekolah Gratis SMKN Jateng Wujud Jihad Entaskan Kemiskinan

0 202

MURIANEWS.com, Semarang – SMK Negeri Jawa Tengah yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat apresiasi dari kalangan pendidikan. Bahkan para pakar menyebut, program ini sebagai salah satu jihad untuk memerangi kemiskinan.

Pasalnya, sekolah ini digelar hanya untuk siswa miskin dan berprestasi. Semua biaya pendidikan bahkan biaya hidup siswa sehari-hari ditanggung oleh Pemprov Jateng.

Selain itu, SMK ini juga menyalurkan siswanya untuk bisa bekerja di perusahaan besar. Karena saat ini sudah puluhan perusahaan besar yang menjalin kerja sama dan antre untuk merekrut siswa dari sekolah ini.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, upaya Pemprov Jateng membangun SMKN Jateng merupakan langkah yang sangat tepat. Dengan program tersebut, ke depan tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dipastikan akan lebih baik.

“Program SMKN Jateng yang diinisiasi Gubernur Ganjar ini sangat bagus. Sebab program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan bekal pendidikan itu, anak-anak ini nantinya akan mejadi mandiri dan mampu mengangkat ekonomi keluarganya menjadi lebih baik,” kata Mungin.

Pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan lanjut Mungin, adalah solusi jangka panjang yang sangat bagus. Sebab, selain dapat memperbaiki ekonomi keluarganya, anak-anak miskin yang mendapatkan pendidikan juga akan mampu memberdayakan masyarakat miskin di sekitarnya.

“Apalagi ini SMK. Jadi anak-anak miskin ini mendapatkan pendidikan sesuai keterampilan masing-masing. Lulusannya pasti memiliki keahlian khusus yang dapat dimaksimalkan untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Apalagi SMKN Jateng tersebut kini telah menjadi program percontohan tingkat nasional. Ke depan, ia berharap Pemprov Jateng menambah program sekolah tersebut menjadi lebih banyak.

“Bisa saja menggandeng pihak swasta untuk melakukan penambahan jumlah kampus SMKN Jateng ini. Semakin banyak sekolah yang dibangun, maka akan semakin besar kesempatan masyarakat miskin Jateng yang mendapatkan pendidikan layak. Kalau mengandalkan APBD saja akan sulit, jadi kalau bisa bekerjasama dengan pihak swasta atau para filantropi,” terangnya.

Baca: Ganjar Targetkan Bangun 15 SMK Gratis, Lampung Juga Ingin Tiru

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang (Upgris), Ngasbun Egar mengatakan, SMKN Jateng merupakan wujud nyata komitmen dalam pengentasan kemiskinan. Dengan program tersebut, menurut dia, Ganjar memastikan anak-anak miskin memiliki akses untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

“Dengan program ini, stigma orang miskin dilarang sekolah menjadi terhapuskan. Tidak boleh lagi ada anak putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu, program SMKN Jateng ini adalah jawabannya,” kata dia.

Wakil Sekertaris PGRI Jawa Tengah ini juga mengatakan, program SMKN Jateng telah berjalan sejak 2014 lalu dan hasilnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Ia berharap, Pemprov Jateng menambah sekolah gratis tersebut semakin banyak.

“Selama ini kan baru ada tiga, di Semarang, Pati dan Purbalingga. Saya berharap jumlahnya ditambah agar semakin besar manfaatnya. Kalau bisa di seluruh eks karesidenan Jateng dibangunkan sekolah ini atau bahkan sampai ke kabupaten/kota,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.