Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Aksi Nyata Program Satu OPD Satu Desa  Miskin yang Digagas Gubernur Jateng

0 75

MURIANEWS.com, Purworejo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggalakkan program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Binaan. Dengan program ini setiap dinas maupun BUMD di Jateng ditugasi untuk membina desa miskin.

Program ini tengah digeber dengan memprioritaskan 475 desa binaan di 14 kabupaten di Jawa Tengah. Salah satunya Biro Umum Setda Provinsi Jateng yang mendapat jatah membina Desa Tlogowungu, di Kecamatan Kaligesing, Purworejo.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jateng, Edy Supriyatna mengatakan, pihaknya langsung bergerak untuk melakukan pendampingan di desa ini. Menurut dia, di desa ini banyak hal yang perlu diselesaikan.

“Seperti persoalan jambanisasi, rumah tidak layak huni, listrik, kesehatan dan lainnya,” katanya, Sabtu (10/8/2019).

Untuk menuntaskan masalah ini, pihaknya menggandeng sejumlah SKPD terkait dan dibantu jajaran TNI. Dalam bulan ini, program-program itu akan dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu singkat.

“Bulan ini kami akan bangun 10 unit jamban sehat dan dua rumah tidak layak huni. Nanti akan kami lanjutkan dengan pembangunan jamban sebanyak 10 unit tiap bulannya hingga 2019, targetnya sampai akhir tahun ada 50 jamban yang dibangun,” terangnya.

Terkait pembangunan rumah, pada tahun ini lanjut Edy juga sudah teragenda pembangunan enam RTLH. Semuanya dibangun menggunakan Dana Desa dan bantuan Disperakim.

“Kami targetkan pada 2020 program jambanisasi sudah selesai, dan untuk program lain juga ditargetkan secepatnya rampung,” ucapnya.

Kepala Desa Tlogoguwo, Mujoko, mengatakan, desa yang dipimpinnya memang masih tertinggal. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban, listrik dan rumah layak huni di desa dengan 1.000 Kepala Keluarga dan 3.500 jiwa tersebut.

Salah satu warga yang akan mendapatkan manfaat dari program ini adalah Ngatinem (60). Rumahnya yang tak layak huni akan segera diperbaiki, rumahnya juga akan dibangunkan jamban.

“Selama ini tidak punya jamban, kalau buang air besar ya di sungai. Rumah juga sudah reyot, mau ambruk,” katanya.

Menurutnya, rumah yang dihuninya bersama suami itu merupakan peninggalan orang tua. Ia mengaku tak mampu memperbaiki rumah.

“Bahkan untuk makan sehari-hari kadang susah. Saya bersyukur mendengar ada bantuan ini,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.