Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Darsini Sempat Takut Saat Fajar Siswa yang Suratnya ke Ganjar Viral Minta Lanjut Sekolah

0 364

MURIANEWS.com, Semarang – Fajar Jaka Surya, siswa baru di SMKN Jateng Semarang kini menjadi buah bibir setelah suratnya ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo viral. Tak hanya itu, sosok ibu Fajar yang diceritakan dalam surat itu pun kini menjadi perhatian banyak orang.

Ibunya Fajar diketahui bernama Darsini. Umurnya saat ini sudah memasuki 50 tahun. Darsini menjalani kehidupan sehari-hari di Desa Bulu RT 6 RW 1, Petarukan, Pemalang.

Di usianya yang sudah setengah abad ini, Darsini menjadi tulang punggung keluarga. Sementara suaminya sudah lama meninggal dunia.

Ia harus merawat kakak Fajar yang sakit. Selain itu, Darsini juga menanggung keperluan pendidikan anaknya yang terkecil yang masih duduk di bangku SMP.

Padahal pekerjaanya hanya sebagai buruh tenun. Dalam satu bulan ia hanya mendapat gaji sebesar Rp 100 ribu. Nominal yang sedikit untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga.

Oleh karenanya Darsini mengaku sempat takut dan khawatir saat anaknya meminta melanjutkan sekolah di jenjang SMK. Apalagi sepengetahuannya sekolah di SMK membutuhkan biaya yang besar, terutama biaya praktik.

Apalagi saat itu Fajar bilang ingin melanjutkan pendidikan di SMK yang ada di Kota Semarang, setelah lulus dari SMPN 1 Petarukan.

“Waktu Fajar bilang mau sekolah di Semarang saya tidak bisa jawab. Di Pemalang saja saya tidak mampu membiayai apalagi di Ibukota. Alhamdulillah kok ternyata diterima tanpa butuh biaya, maturnuwun Gusti,” kata Darsini dengan Bahasa Jawa logat Tegalan, Sabtu (9/8/2019).

Darsini menyebut, anak pertamanya mengidap penyakit dan hanya bisa tergolek di tempat tidur. Karena itulah, ia hanya mampu menyekolahkan anak kedua dan ketiganya hingga SMP.

Maka ia kebingungan bagaimana mendapatkan uang untuk kelanjutan sekolah Fajar. Apalagi adik Fajar juga masih SMP dan butuh biaya.

Namun ternyata pilihan sekolah Fajar adalah SMKN Jateng di mana di sekolah ini semua biayanya gratis. Kebutuhan sehari-hari siswanya juga dipenuhi pemerintah, karena mereka wajib tinggal di asrama.

SMKN Jateng memang didirikan untuk menampung siswa dari keluarga miskin namun berprestasi. Oleh karenanya, saat mendaftar Fajar harus bersaing dengan 2.500 calon siswa.

Jumlah siswa yang diterima pun hanya 264 orang untuk tahun ajaran 2019/2020 ini. Dan Fajar menunjukkan kemampuannya. Ia mampu lolos seleksi, dan menyingkirkan ribuan pendaftar lainnya.

Darsini mengakui awalnya sanksi ada sekolah yang benar-benar gratis. Jikapun ada menurut dia, pasti saingannya akan banyak. Seringkali malah butuh uang pelicin atau koneksi orang dalam agar bisa diterima.

Ternyata SMK N Jateng tak seperti yang dipikirkannya. Ia baru percaya setelah Fajar dinyatakan lolos dan hanya minta bekal doa untuk ke Semarang.

Ketika melepas Fajar itulah, Darsini berpesan jika suatu hari bertemu Ganjar agar menitipkan pesan. Ia ingin berterimakasih berkat program gubernur itulah anaknya bisa sekolah di Semarang.

“Ya kalau ketemu nitip salam untuk Pak Ganjar ,” kata Darsini.

Fajar merupakan satu dari 264 siswa baru SMKN Jateng tahun ajaran 2019/2020. Mereka diseleksi dari 2500 pendaftar. Ke 264 siswa itu disebar di tiga lokasi sekolah. Yakni 120 siswa kampus Semarang, 48 siswa kampus Pati, dan 96 kampus Purbalingga.

Baca juga:

Tak hanya ibunya, Fajar sendiri juga mengaku kaget saat ada tim dari SMKN Jateng yang mendatangi rumahnya untuk melalukan verifikasi faktual.

“Ternyata ketat sekali seleksinya, sampai ada kunjungan ke rumah untuk membuktikan kalau benar-benar miskin,” kata Fajar.

Ia pun mengaku bersyukur kini bisa diterima di sekolah gratis yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo itu. Di sekolah barunya, pada tiga bulan awal pendidikan ini ia harus mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

“Selama itu pula saya tidak boleh pulang dan tidak boleh ditengok orangtua. Ibu, kakak dan nenek juga sudah saya jelaskan, alhamdulilah beliau menerima,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.