Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

0 67

MURIANEWS.com, Purwokerto – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Slamet dari normal (leveil I) menjadi waspada (level II), Jumat (9/8/2019).

Peningkatan status tersebut dilakukan setelah PVMBG melakukan analisis terhadap hasil pemantauan aktivitas Gunung Slamet dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Dalam hal ini, sejak bulan Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa embusan, lima kali gempa tektonik lokal, dan 17 kali gempa tektonik jauh.

Selain gempa-gempa tersebut, pada akhir Juli 2019 mulai terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0,5-2 milimeter. Getaran tremor itu masih berlangsung hingga saat pelaporan, serta energi kegempaan terdeteksi meningkat secara gradual.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengimbau masyarakat tetap tenang pascapeningkatan status Gunung Slamet.

“Yang perlu diwaspadai adalah para pendaki sehingga jalur pendakian Gunung Slamet untuk sementara ditutup,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto, dilansir dari Atara.

Ia mengatakan Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, merupakan wilayah Kabupaten Banyumas yang terdekat dengan puncak Gunung Slamet. Namun kondisinya masih aman karena berjarak sekitar 10-12 kilometer dari puncaknya.

Menurut dia, hal itu  berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG bahwa radius bahaya dalam status waspada berjarak 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan Kawasan Wisata Baturraden masih aman dikunjungi wisatawan.

“Jarak Lokawisata Baturraden dengan puncak Gunung Slamet sekitar 12 kilometer sehingga masih aman untuk dikunjungi wisatawan,” katanya.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan petugas Pos Pendakian Gunung Slamet di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, terkait dengan peningkatan status Gunung  Slamet.

“Kalau diperlukan, jalur pendakian Gunung Slamet akan kami tutup untuk sementara,” katanya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.