Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pastikan Hewan Kurban Sehat, Dinnakikan Blora Siagakan Petugas di Setiap Kecamatan

0 44

MURIANEWS.com, Blora – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakikan) Kabupaten Blora mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum Hari Raya Idul Adha. Tim yang terdiri dari puluhan dokter hewan dan paramedis itu disiagakan di 16 Kecamatan se-Kabupaten Blora. Tim ini turun ke desa-desa guna memastikan sapi dan kambing layak disembelih sebagai hewan kurban.

Kepala Dinnakikan Blora R Gundala Wejasena menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Mulai akhir Juli semua personel sudah ditugaskan ke seluruh kecamatan. Setiap kecamatan ada dua personel petugas kesehatan hewan.

Dijelaskan, ada 12 dokter hewan dan 17 paramedis yang dikerahkan untuk memeriksa dan memantau kesehatan hewan kurban. Pemantauan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di desa/kelurahan melalui panitia penyembelihan hewan kurban.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha saja. Saat penyembelihan dan ketika daging hendak dibagi ke masyarakat juga dilakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dipotong (antemortem) dan pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah dipotong (postmortem),’’ ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinnakikan Tejo Yuwono menambahkan, sejumlah sentra peternakan sapi dan kambing di desa-desa sudah didatangi oleh petugas. Dari pemeriksaan sejauh ini, kondisi hewan kurban relatif aman.

Pemantauan dan pemeriksaan itu melibatkan mahasiswa koas dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta. Tim akan bertugas hingga tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.

“Saat Hari Raya Idul Adha, tim itu bertugas memeriksa daging kurban,” katanya.

Menurut Tejo, penyembelihan hewan kurban tidak harus dilakukan di RPH melainkan boleh di perumahan dan lingkungan desa/kelurahan. Untuk di RPH sudah ada juru sembelih hewan (Juleha) yang telah bersertifikat dari Kemenag.

Untuk ternak betina yang tidak produktif boleh disembelih asalkan telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 (Pasal 86 a dan pasal 86 b). Surat keterangan ini dikeluarkan oleh dokter hewan atau petugas yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan.

SKSR dapat diperoleh dari dokter hewan di Puskeswan terdekat. Namun disarankan, sebaiknya yang disembelih adalah hewan jantan.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.