Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ternyata Banyak Temuan Arkeologi di Situs Candi Angin Jepara

0 356

MURIANEWS.com, Jepara – Situs Candi angin yang berada di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara diduga memiliki hubungan dengan beberapa penemuan arkeologi yang ada di kawasan ini. Temuan-temuan di sekitar Gunung Muria, mirip dengan temuan-temuan yang ada di Gunung Penanggungan, Gunung Arjuna, dan Gunung Wilis.

Menurut Ketua Tim Penelitan Balar (Balai Arkeologi) Yogyakarta, beberapa situs Gunung Muria ditemukan tersebar di beberapa lokasi. Semuanya diduga memiliki keterkaitan satu sama lain.

Keberadaan tinggalan arkeologi Candi Angin di lereng Gunung Muria sudah pasti berkaitan dengan sistem kepercayaan masyarakat pada masa itu.

Prasasti Wihara i Wuṅaṇḍaik yang ditemukan pada tahun 2001 oleh Pak Magi dan Pak Jai di hutan Paluan, Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Pati (perbatasan dengan Jepara), adalah salah satunya. Temuan ini disimpan di rumah Pak Jai, di Desa Payak, Kecamatan Cluwak, Pati.

Benda-benda temuan di sejumlah situs di Situs Candi Angin Lereng Muria. (MURIANEWS.com/Istimewa)

Prasasti ini pernah diteliti pada tahun 2004. Terbuat dari tembaga (46,3 cm x 13,5 cm), prasasti ini ditulis hanya pada satu sisi dengan 10 baris tulisan.

Meski tidak memuat angka tahun, prasasti ini diduga berasal dari masa pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M). Dugaan ini didasarkan dari bentuk aksara dan nama-nama pejabat yang tertulis.

Lalu juga pernah ditemukan sebuah prasasti berbahan batu yang kini dimiliki oleh warga lokal Darsono, di Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Jepara. Prasasti tersebut diduga berupa watu śīma (batu patok), yang dari paleografinya diduga berasal dari abad ke 9- 10.

Di Candi Angin dan Candi Bubrah yang berada di Desa Tempur, sendiri ada beberapa penemuan arkeologi.

Sebelumnya dilakukan kegiatan ekskavasi, warga menemukan data temuan yang berasal dari permukaan tanah.Temuan tersebut berupa prasasti, fragmen miniatur candi dan fragmen keramik.

Temuan arkelogi lainnya ditemukan pada saat dilakukan ekskavasi pada akhir Juli 2019 hingga Agustus 2019. Tim Balar menemukan sejumlah benda bersejarah. Di antaranya adalah miniatur candi yang kondisinya relatif utuh. Kemudian juga struktur lantai batu.

“Hasil sementara dari penelitian yang kami lakukan, diperoleh infromasi bahwa berdasarkan hasil temuan prasasti kawasan lereng utara Gunung Muria pada masa lalu diduga pernah dijumpai sebuah peradaban sekitar abad VIII – XIV Masehi,” ujar Heri Priswanto, Jumat (9/8/2019).

Baca: Tim Balar Temukan Bukti Prakiraan Usia Situs Candi Angin Jepara

Tinggalan artefak berupa data artefaktual terakota yang berbentuk miniatur candi yang bervariasi, fragmen figurin dan keramik yang diduga berasal dari wilayah Asia tenggara. Sehingga untuk sementara, Candi Angin dan Candi Bubrah kemungkinan dibangun di masa akhir Majapahit (sekitar abad XIII – XIV M).

Kegiatan ekskavasi dilakukan di Candi Angin dan Candi Bubrah diharapkan dilakukan untuk memperoleh data artefaktual. Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel arang (carbon) untuk keperluan analisis penanggalan absolute. Kepastian umur situs ini masih menunggu penelitian dari sampel arang yang sudah diambil.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Zamroni Liztiaza menyambut baik kegiatan ekskavasi ini. Tinggalan Arkeologi ini akan semakin memberi daya tarik bagi pengembangan pariwisata di Desa Tempur.

Candi Angin dan situs lainnya yang ada di Desa Tempur, akan terus dikembangkan sesuai dengan fungsinya.

“Kami akan mendukung upaya-upaya pengembangan seperti ini. Paling tidak ini memberi bukti bahwa budaya dan peradapan luar biasa telah ada di Tempur sejak lama. Temuan arkeologi ini harus bisa dikembangkan dan dirawat oleh masyarakat,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.