MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tim Balar Temukan Bukti Prakiraan Usia Situs Candi Angin Jepara

0 229

MURIANEWS.com, Jepara – Kegiatan pengumpulan data melalui kegiatan ekskavasi (penggalian), dilakukan Tim Balar (Balai Arkeologi) Yogyakarta di situs Candi Angin dan Candi Bubrah. Dua situs peninggalan budaya ini terletak di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara.

Kegiatan ekskavasi yang dilakukan selama 20 hari tersebut, berhasil menemukan bukti-bukti arkeologi. Ketua Tim Ekskavasi Balar Yogyakarta, Heri Priswanto menyatakan, kegiatan ekskavasi dilakukan dengan membuka kotak gali berukuran 2 x 2 meter.

Penggalian ini dicatat secara sistematis dengan dokumentasi yang representatif, untuk memperoleh data artefaktual serta sampel arang untuk keperluan mengetahui kronologi secara absolut.

“Pada kegiatan ekskavasi ini juga dilakukan beberapa kegiatan yaitu  penanganan temuan berupa kegiatan pencatatan, pendataan, labelisasi, dan dokumentasi,” ujar Heri Priswanto, Jumat (9/8/2019).

Proses ekskavasi yang dilakukan tim Balar Yogyakarta di Situs Candi Angin, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. (MURIANEWS.com/Budi Erje)

Candi Angin yang berada di Dusun Duplak, Desa Tempur, berada pada ketinggian 1.420 meter DPL (di atas permukaan laut). Ekskavasi Candi Angin berhasil membuka 3 (tiga) kotak ekskavasi yaitu kotak U1 T2, T1 S1, dan B1 U4.

Pembukaan kotak ekskavasi Candi Angin dilaksanakan di lokasi Teras II Candi Angin, dikarenakan lokasi ini masih memungkinkan untuk dilakukan ekskavasi yaitu di Teras I. Hasinya, diperoleh data monumental dan artefaktual berupa Lantai Batu.

“Lantai batu yang dimaksud adalah struktur tatanan lantai batu terdiri 1 lapis batu yang dijumpai di kotak U1 T2, T1 S1, dan B1 U4. Bahan lantai batu adalah jenis batu tufa Muria,” terang Heri Priswanto.

Selain itu, Tim Balar juga menemukan benda berupa miniatur candi insitu, di kotak T1 S1, dalam kondisi relatif utuh. Sedangkan di Candi Bubrah yang berada di ketinggian 1.317 meter DPL, digali 4 kotak ekskavasi. Masing-masing kotak T1 S1, S1 B1, B2 U3, dan B4 U1. Penggalian dilakukan di lokasi Teras I dan teras II.

Baca: Usia Candi Angin di Gunung Muria Dilacak Ahli dari Balar

Hasilnya juga ditemukan data monumental dan artefaktual berupa  Lantai batu. Temuan ini dijumpai di seluruh kotak ekskvasi yang dibuka. Semuanya berupa struktur tatanan batu 1 lapis. Kemudian juga ditemukan fragmen miniatur candi yang berada di atas lantai batu.

“Seperti di Candi Angin, temuan permukaan juga pernah dijumpai di Candi Bubrah pada saat juru pelihara melakukan kegiatan pembersihan situs sekitar tahun 2016 – 2019. Temuan itu berupa beberapa figurin dan miniatur candi,” tambah Heri Priswanto.

Sebelumnya, di Candi Angin juga ditemukan beberapa benda oleh Juru Pelihara situs Candi Angin, sebelum tahun 2019. Benda yang ditemukan berupa prasasti, fragmen miniatur candi, dan fragmen keramik.

Balar Yogyakarta sampai saat ini masih akan menunggu pengukuran sampel arang terkait perkiraan usia candi ini. Namun dari bukti-bukti yang ada, kesimpulan sementara menunjukan kemungkinan Situs Candi Angin ini ada sejak zaman Majapahit akhir. Hal ini ditunjukan dengan kemiripan benda-benda temuan dengan benda temuan peninggalan zaman Majapahit akhir atau sekitar abad XIII – XIV Masehi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.