Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Punya Potensi Menjanjikan, Komoditas Jeruk Desa Tanggel Blora Bisa Jadi Ikon Baru

0 222

MURIANEWS.com, Blora – Kabupaten Blora ternyata punya potensi hortukultura yang cukup menjanjikan. Yakni, komoditas jeruk yang ada di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung.

Lahan jeruk yang ditanam petani setempat ini luasnya ada puluhan hektare. Saat ini, pohon jeruk di Desa Tanggel sudah memasuki masa panen.

Budidaya jeruk di Desa Tanggel mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Blora Arief Rohman. Bahkan, Areif berharap agar hasil panen jeruk tidak dijual begitu saja. Tetapi, sebagian diantaranya bisa diolah dalam bentuk lain agar nilai ekonomisnya meningkat.

“Hasil jeruk organik yang luar biasa ini kalau bisa jangan hanya dijual begitu saja. Yang bagus silahkan dijual, yang kualitas menengah ke bawah nanti bisa diolah menjadi bentuk lain agar bisa meningkatkan nilai ekonominya. Pengolahan pasca panennya nanti kita carikan solusi,” katanya saat meninjau lokasi perkebunan jeruk di Dusun Gumeng, Desa Tanggel.

Ikut mendamping Arief, camat Randublatung, perwakilan dari dinas pertanian serta entrepreneur muda dari Yogyakarta yang asli Randublatung Dewi.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman saat berkunjung ke lokasi perkebunan jeruk di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Arief meminta agar pihak desa bisa mengumpulkan ibu-ibu yang memiliki ketertarikan dan semangat melakukan pengolahan pasca panen. Selanjutnya, mereka ini nantinya akan diajari pengolahan pasca panen dan diwadahi dalam BUMDes.

“Nantinya bisa kerjasama dengan Mbak Dewi yang aslinya dari Randublatung. Kebetulan dia ini sedang pulang kampung dan sudah punya contoh produk olahan dari jeruk yang sangat diminati pasaran kota-kota besar. Dia ini ikut tertarik mengembangkan jeruk dari Desa Tanggel,” katanya.

Petani jeruk sekaligus Ketua Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Tanggel Mujiyat mengatakan, untuk satu pohon bisa menghasilkan jeruk rata-rata sebanyak 10-15 kilogram. Untuk jeruk yang masuk grade A, harga per kilogramnya saat ini sekitar Rp 8 ribu. Sedangkan grade terendah diharga Rp 4 ribu per kilogram.

“Pada musim panen kali ini jeruknya tidak sebesar tahun lalu karena minimnya air. Meskipun ukurannya lebih kecil, namun rasa manisnya tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Dewi yang ikut panen jeruk menunjukkan satu botol kemasan berisi sari buah jeruk yang telah diolah menjadi beer zero alcohol, atau beer jeruk.

“Kemarin saya sudah beli jeruk Tanggel di pasaran, lalu saya buat beer ini. Ternyata rasanya enak dan banyak diminati teman saya. Ini peluang yang bisa dikerjasamakan dengan masyarakat Desa Tanggel. Saya siap ikut membantu masyarakat Desa Tanggel, nanti kita lakukan koordinasi lanjutan,” ungkap Dewi yang mempunyai bisnis kuliner ini.

Ia menambahkan, pada 24 Agustus mendatang pihaknya juga akan ada agenda expo atau pameran di Yogyakarta. Dirinya pun tertarik untuk ikut membawa jeruk Tanggel kesana guna dipamerkan dalam ajang tersebut sebagai salah satu bentuk promosi potensi Blora.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.