Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Syarat Hewan Layak Kurban Menurut MUI Jepara

0 64

MURIANEWS.com, Jepara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Sebagai bagian dari pelaksanaan indah Idul Ahda, hewan kurban harus memenuhi syariat.

Ketua MUI Jepara, H Mashudi menyampaikan, sebagai sebuah ibadah, syariat-syariat yang ada dalam Idul Adha harus ditaati. Terkait dengan hewan kurban, menurutnya ada beberapa syarat yang harus dilaksanakan.

Hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam harus memenuhi beberapa kriteria. Di antaranya, hewan berkaki empat, tidak cacat, dan cukup umur.

Selanjutnya, hewan kurban haruslah tidak mempunyai kekurangan secara fisik. Seperti kaki pincang, tanduknya hilang, tidak memiliki sepasang mata dan lainnya.

“Hewan kurban juga tidak boleh jika tengah dalam kondisi mengandung. Dalam aturan ini tidak diperkenankan. Selain itu, hewan kurban juga harus dipastikan sehat tubuhnya,” ujar H. Mashudi, Kamis (8/8/2019).

Dengan adanya syarat ini, masyarakat yang hendak berkurban bisa diminta lebih cermat dalam memilih hewan kurban. Harus diteliti secara menyeluruh, jika perlu melibatkan ahli ternak saat membeli hewan ternak.

Di luar hal-hal itu, prosesi penyembelihan hewan kurban juga harus dilaksanakan sesuai dengan syariat. Jangan sampai ada kesalahan dalam hal ini. Sebab jika ada kesalahan, maka bisa saja ibadah Idul Adha yang dilaksanakan, tidak sah.

“Bagi panitia kurban yang diamanati melaksanakan ibadah ini, harus dapat melaksanakan penyembelihan hewan secara tepat dan benar, sesuai syariat. Semua harus dipenuhi agar ibadah ini menjadi syah,” terangnya.

Satu hal yang paling penting di dalam pelaksanaan Idul Adha, menurut H Mashudi adalah mengenai pemahaman filosofisnya. Momentum Idul Adha, adalah waktu yang tepat untuk berbagi terhadap sesama.

Momentum ini harus bisa dijadikan sebagai bingkai bagi kerukunan bangsa yang lebih harmonis. Mereka yang mampu, memberi kebahagian kepada mereka yang tidak mampu. Mereka yang mampu,  berkumpul dan bersilahturahmi dengan yang tidak mampu.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.