Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pedagang Girang, Harga Kambing Kurban di Jepara Melonjak Hingga 30 Persen

0 351

MURIANEWS.com, Jepara – Menjelang Hari Raya Idul Adha, adalah hari-hari penuh berkah bagi para pedagang hewan. Tingginya permintaan, membuat mereka bisa menaikan harga jual daganggan mereka.

Di Kabupaten Jepara, menjelang Idul Adha telah mengubah struktur harga hewan dagangan. Kenaikan harga yang sudah terjadi pada sekitar sebulan sebelumnya, semakin melejit. Namun banyak orang yang membutuhkannya, hingga tetap saja laku terjual.

Agus Riyanto, salah seorang pedagang hewan kurban di Pasar ternak Mayong menyebut, Idul Adha memang berkahnya para pedagang hewan. Momentum ini yang dinantikan banyak para pedagang. Karena, pada saat seperti ini para pedagang bisa memasang harga lebih tinggi dari biasanya.

Pada momentum Idul Adha kali ini, Agus Riyanto melihat ada kenaikan harga yang lumayan terjadi. Hal ini membuat para pedagang merasa senang. Meski demikian, mendekati Idul Adha, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

“Kalau sudah dekat sekali dengan Idul Adha seperti dua hari terakhir ini, bisa saja harga akan bisa naik lebih tinggi. Tapi bisa juga sebaliknya, berubah menjadi turun karena permintaan sudah mengalami penurunan,” ujarnya, Kamis (8/8/2019).

Terpisah, Kabid Peternakan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Mundofir, menyebut hampir semua harga hewan kurban mengalami kenaikan saat ini. Paling tinggi terjadi pada harga hewan kambing. Kenaikannya untuk harga kambing bahkan tercatat mencapai 30 persen.

Untuk harga kambing jantan siap kurban, harganya berkisar Rp 2,5 Juta hingga Rp 5 juta per ekor. Jika dibandingkan pada harga biasanya, ada selisih harga pada kisaran Rp 700 ribu setiap ekor.

“Sebulan lalu, kenaikan harga sudah mulai terbentuk. Situasi ini sudah biasa menjelang Idul Adha. Momentum Idul Adha memang merupakan puncak penjualan hewan ternak khususnya yang untuk kurban. Permintaan tinggi hingga akhirnya harga juga naik,” terangnya.

Dari data di DKPP Jepara, kenaikan harga hewan kurban jenis sapi hanya berkisar 10-15 persen setiap ekornya. Jenis sapi yang paling banyak dicari masyarakat adalah sapi jenis PO (Peranakan Ongole).

Dengan melihat ukurannya, sapi jenis ini harganya dipatok pada kisaran Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta. Paling mahal, harga sapi ini diketahui ditawarkan sampai Rp 70 juta karena ukurannya besar.

Sapi jenis Limosin dan Simental, juga cukup diminati masyarakat sebagai hewan kurban. Harganya juga berada dalam kisaran Rp 20 Juta sampai Rp3 0 juta, tergantung ukurannya, untuk tiap ekor.

Sedangkan untuk kerbau, masyarakat Jepara sebagian ada yang menggunakanya sebagai hewan kurban. Namun permintaan untuk kerbau tidak sebanyak kambing dan sapi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.