Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Presiden Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Dipacu Harga Lebih Murah

0 114

MURIANEWS.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Mobil Listrik. Perpres ini ditandatangani pada awal pekan ini, dan diharap bisa memacu industri otomotif untuk segera membangun mobil listrik di Indonesia.

Jokowi yakin Indonesia bisa membangun industri mobil listrik yang murah dan kompetitif. Terlebih 60 persen kebutuhan bahan baku baterai mobil listrik tersedia di dalam negeri.

“Kita tahu 60 % mobil listrik itu kuncinya ada di baterainya dan bahan untuk membuat baterai, kobalt, mangan dan lain-lainya itu ada di negara kita. Sehingga strategis bisnis negara ini bisa kita rancang agar nanti kita bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah, yang kompetitif karena bahan-bahan ada di sini,” kata Jokowi, Kamis (8/8/2019).

Ini dikatakan Jokowi usai meresmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN, di Jalan Sisingamaraja, Jakarta.

Presiden Joko Widodo memberi keterangan terkait Perpres Mobil Listrik. (Setkab)

Menurut Presiden, membangun sebuah industri mobil listrik memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Terlebih industri juga harus melihat kepentingan pasar.

“Tidak mungkin setahun, dua tahun, tiga tahun. Pasti akan dan juga harus melihat pasar, melihat pembeli, karena mobil listrik sekarang ini hampir 40 persen harganya lebih mahal dari mobil yang biasa,” ujarnya.

Meski demikian Jokowi berharap, dengan ketemunya bahan-bahan baterai yang ada di Indonesia, mampu menekan harga mobil listrik menjadi lebih murah. “Nah itu baru mobil listrik akan berseliweran di seluruh kota di Indonesia,” terangnya.

Terkait beban polusi di kota besar seperti Jakarta, Presiden Jokowi mendorong Gubernur DKI yang APBDnya besar bisa memberi insentif, untuk mobil listrik. Di antaranya dengan memberi kompensasi berupa parkir gratis, atau pembebasan biaya balik nama kendaraan.

“Ada negara yang memberi subsidi sekian dollar apabila membeli mobil listrik. Dimulai seperti Jakarta, saya kira bisa dimulai dengan busnya, transportasi umum, bisa dimulai mendorong taksi-taksinya, saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan agar mulai didorong seperti itu. Bisa saja sepeda motor listrik yang sudah diproduksi oleh kita sendiri didorong untuk digunakan di DKI dulu, dibelikan oleh Pak Gubernur bisa saja, kenapa tidak,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.