Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebulan, 25 Kasus Kebakaran Terjadi di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Sebanyak 25 kasus kebakaran terjadi Kabupaten Kudus selama bulan Juli. Jumlah tersebut belum termasuk kebakaran di bulan Agustus, yang belum genap sepekan sudah terjadi enam kebakaran.

Kasus terbanyak adalah kebakaran lahan tebu. Disusul kebakaran rumah, gudang, hingga SPBU mini. Kebakaran kandang ayam serta kebun bambu juga sempat melada Kota Kretek

Untuk spesifikasi pada bulan Juli, terjadi 12 kebakaran ladang tebu. Serta terdapat lima rumah dan dua gudang yang terbakar. Sedang kejadian bulan Agustus, menimpa tiga ladang tebu, dua rumah, dan satu buah kios di Pasar Bitingan Kudus yang baru saja terbakar kemarin.

“Sedang hingga 5 Agustus 2019 kasus kebakaran mencapai 69 kasus,” ucap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Wiyoto Willy, Selasa(6/8/2019) pagi.

Yoto memperkirakan jumlah tersebut bisa terus bertambah. Mengingat cuaca panas dan kering masih menyelimuti Kota Kretek. Total kebakaran tahun ini juga berpotensi memecahkan angka kebakaran sepanjang 2018. Yakni sebanyak 91 kasus kebakaran.

“Bisa saja terus meningkat. Dibanding bencana lainnya, kasus kebakaran di Kudus menempati urutan pertama yang perlu mendapatkan perhatian,” lanjutnya.

Berbagai langkah tentunya dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan Unit Siaga Darurat dan Bencana 112 (U-Garuda 112). “Laporan warga ke 112 terbilang cukup cepat. Saat ada kebakaran, mereka langsung menelfon 112,” sambungnya.

Pihaknya juga mendorong adanya satuan tugas (satgas) dengan anggota hingga lingkup kecil. Yakni di lingkungan RT ataupun RW. Dengan tujuan membantu memadamkan api sementara jika terjadi kebakaran di sekitarnya. Sembari menunggu petugas datang ke lokasi.

“Mereka juga bisa membantu mengevakuasi korban kebakaran ,” terangnya.

Hingga kini, keberadaan U-112 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penaganan tak hanya melulu soal kebakaran. Melainkan juga evakuasi warga sakit, penderita gangguan jiwa, evakuasi jenazah, gas bocor dan binatang buas.

“Semakin cepat laporannya, maka semakin cepat kami tangani kejadiannya,” tandas Wiyoto.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...