Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pegawai PDAM Solo Ini Berhasil Tipu dan Kuras Harta Sumanto

0 910

MURIANEWS.com, Solo – Seorang pegawai PDAM Solo yang berstatus PNS, Totok Budi Santoso (45) warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo dibekuk jajaran Reskrim Polresta Surakarta. Penyebabnya, ia telah melakukan penipuan terhadap tetangganya sendiri bernama Sumanto, hingga korban mengalami kerugian mencapai Rp 95 juta.

Modus yang digunakan pegawai PDAM ini dengan berdalih kenal dan dekat dengan Wali Kota Solo FX Rudyatmo. Ia memperdaya Sumanto yang lagi kebingungan mencarikan pekerjaan untuk anaknya.

Totok yang sudah belasan tahun bekerja di PDAM mengaku kenal dekat dengan wali kota. Ia pun menjanjikan bisa memasukkan anaknya bekerja di PDAM, namun dengan membayar sejumlah nominal tertentu.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli mengatakan, aksi penipuan ini terjadi pada Juli 2017 lalu.

“Saat itu korban didatangi pelaku ke rumahnya. Saat itu disampaikan jika tersangka bisa membantu memasukkan anaknya menjadi karyawan PDAM Solo,” katanya, Selasa (6/8/2019).

Kepada korban, tersangka meminta uang kompensasi sebesar Rp 100 juta. Ia menjanjikan pada bulan Oktober 2018 anak korban akan langsung diangkat menjadi pegawai PDAM Solo.

Pembayaran dilakukan di Balaikota Solo, agar korban percaya dirinya dekat dengan walikota.

“Korban akhirnya setuju dan membayar secara bertahap hingga nominalnya mencapai Rp 95 juta,” ujarnya.

Namun menjelang bulan Oktober 2018, tak ada kepastian kapan anak korban akan diangkat jadi pegawai. Saat ditanya, jawaban yang diterima Sumanto pun selalu berubah, dan tersangka berdalih, prosesnya mundur hingga Agustus 2019.

Karena merasa curiga, Sumanto pun memberanikan diri untuk menemui langsung wali kota Solo. Ia datang ke rumah dinas Rudyatmo dan berhasil mendapat jawaban.

Namun jawaban yang diterima membuatnya terpukul. Pasalnya, ia mendapat informasi jika tak ada perekrutan PNS di bulan Agustus 2019.

Merasa dibohongi, Sumanto langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Setelah melakukan pendalaman, Polresta Surakarta akhirnya berhasil menangkap pelaku dan kini mendekam di sel tahanan.

”Kami juga mengamankan barang bukti berupa surat perjanjian bermaterai tertanggal 19 Juli 2018. Ada juga beberapa lembar kuitansi bermaterai dan juga uang tunai sebesar Rp 20 juta,” terangnya.

Sementara itu, tersangka mengakui telah melakukan penipuan. Ia juga mengaku sama sekali tak mengenal wali kota Solo.

Ia menyebut, uang hasil penipuannya itu digunakannya untuk utang dan menggadai beberapa mobil.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjeratnya dengan pasal 378 atau 372 KUHP. Ancaman hukumannya empat tahun kurungan penjara.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.