Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sugeng Tindak Mbah Moen

0 568

MURIANEWS.com, Rembang – Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Kiai kharismatik pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen wafat di Makkah saat menunaikan ibadah haji, Selasa (6/8/2019).

Kabar tersebut awalnya tersiar melalui grup-grup WhatsApp bertuliskan Nembe mawon kapundut si mbah KH Maimoen Zubair wonten Makkah. Mugi khusnul khotimah.. Alfatehah. Kabar dari Gus Rozin.

Pesan tersebut pun dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi. ”Innalillahi wainnailaihi rojiun. Mbah Meimoen Zubair meninggal di Makkah,” kata politisi asal Rembang tersebut kepada awak media.

Kabar tersebut juga dibenarkan oleh Mahfud MD. Melalui cuitannya di twitter, mantan Ketua MK itu pun memastikan kabar tersebut bukan hoax. Ia bahkan menjelaskan, Mbah Moen wafat sekitar pukul 08.17 pagi tadi.

”Inna lillah wa innaa ilaihi raji’un. Kyai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di tanah suci Makkah jam 8.17 WIB tadi. Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, insyaallah, ini bukan hoax,” tulisnya.

Suasana duka setelah kepergian KH Maimoen Zubair di RS Annor Jabal Nur di Makkah. (MURIANEWS.com/Istimewa)

Mbah Moen sendiri diketahui berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji pada Minggu 28 Juli 2019. Saat berangkat beliau diantar Taj Yasin Maemoen yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Semasa hidupnya, Mbah Moen yang lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928 lalu menimba ilmu agama dari sang ayah, Kiai Zubair. Kiai Zubair sendiri dikenal sebagai alim dan ahli fiqih yang pernah berguru kepada Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Sebelum mengasuh pesantren Al-Anwar, Mbah Moen pernah ngaji di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim, Kiai Mahrus Ali, dan Kiai Marzuki. Mbah Moen melanjutkan belajar ke Mekkah saat berusia 21 tahun, didampingi kakeknya, Kiai Ahmad bin Syuáib.

Di Mekkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly, dan beberapa ulama lainnya.

Dengan segudang ilmu yang dimiliki, Mbah Moen menjadi tauladan dan digandrungi para santri di Tanah Air. Praktis, kepergian Mbah Moen membuat semua orang merasa kehilangan. Sugeng tindak Mbah Moen.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.