Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dikira Produk Branded Harga Ratusan Juta, Tas Karya Warga Semarang Ditahan di Rusia

0 9.175

MURIANEWS.com, Semarang – Beberapa tas merek Roro Kenes karya warga Kabupaten Semarang, gagal dipamerkan dalam Festival Indonesia Moskow (FIM) di Rusia. Penyebabnya, tas-tas tersebut ditahan otoritas bandara Rusia, karena dikira masuk kategori barang mewah dengan harga ratusan juta.

Padahal tas tersebut harganya antara Rp 150 ribu hingga Rp 1 jutaan. Bahan tas itu pun dari kulit sapi lokal, bahkan ada beberapa tas yang terbuat dari karung goni.

Tak hanya itu, Syanaz Nadya Winanto Putri, pemilik merk dagang Roro Kenes juga diinterogasi selama empat jam oleh otoritas setempat. Ia menyebut, ada 10 jenis tas karyanya yang disita dan akhirnya tak bisa diikutkan dalam pameran.

Ia menyebut, petugas yang memeriksanya berkesimpulan jika tas produksinya itu punya kualitas yang sangat bagus. Bahkan setara dengan produk branded karya desainer internasional.

Tas tersebut akhirnya tak bisa keluar, lantaran dianggap punya harga jauh lebih tinggi dari yang didaftarkan.

“Mereka bilang tas saya pasti harganya ratusan juta dan terbuat dari kulit eksotis kualitas premium sekelas (Louis) Vuitton atau Bottega Veneta,” katanya.

Ia menyebut tas produksinya memang diekspor, namun harganya tak sampai ratusan juta. Untuk tas yang terbuat dari karung goni harganya Rp 150 ribu dan dari kulit sapi lokal hanya Rp 1 juta.

Peristiwa ini terjadi ketika ia mendarat di Bandara Demodova Rusia 1 Agustus 2019 lalu. Ia tiba bersama para pelaku usaha lain untuk mengikuti pameran di FIM yang difasilitasi Pemprov Jateng.

Padahal saat itu, banyak dari peserta pameran yang juga membawa produk tas. Namun hanya tas miliknya yang ditahan oleh otoritas bandara.

Bahkan bantuan dari petugas dari KBRI pun tidak mempan. Hingga festival dibuka secara resmi pada 2 Agustus 2019, tas-tas tak juga bisa keluar dari bandara.

“Untungnya masih ada beberapa tas yang saya bawa lewat bagasi. Dan tas harian saya sendiri akhirnya ikut dipamerkan agar terkesan agak banyak,” sesal Syanaz.

Peristiwa yang menimpa Syanaz ini pun diadukan kepada Ganjar ketika orang nomor satu di Jateng itu mengunjungi booth Pemprov Jateng menjelang penutupan pameran di Taman Krasnaya Presnya, Moskow, Minggu (4/8/2019).

Menanggapi hal ini Ganjar justru tersenyum dan ia merasa bangga. Pasalnya menurut Ganjar, tas Roro Kenes sudah diakui kualitasnya sejajar dengan tas-tas branded seperti Louis Vuitton, Bottega, Chanel, Gucci, Hermes, atau Dolce Gabbana.

“Kualitas sudah dianggap premium berarti layak ekspor dengan harga yang kompetitif juga. Semoga tahun depan sudah bisa menyaingi tas branded yang (harganya) puluhan juta,” kata Ganjar.

Ganjar juga menyebut, peluang ekspor ke Rusia sangat besar. Ini terlihat dari selama pameran, banyak produk dari Jateng yang diborong pengusaha dari Rusia.

“Ada biskuit Fine Choice dapat pesanan tiga kontainer, jamu borobudur dapat order 5 juta dolar amerika, furniture kemarin dapat order satu juta dolar dan gula merah juga laku keras,” tegasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.