Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ciptakan 5 Aplikasi Ramah Disabilitas, Pemuda Asal Kudus Ini Akan Pidato di Gedung Putih

MURIANEWS.com, Kudus – Memiliki keterbatasan fisik tak membuat seorang pemuda kelahiran Kudus untuk berhenti berkarya. Bahkan, ia mampu menciptakan lima aplikasi sekaligus yang pernah dilombakan diajang internasional.

Dia adalah Anjas Pramono (21) warga Desa Besito Kecamatan Gebog. Mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) itu sudah mampu menciptakan lima aplikasi sekaligus. Tak tanggung-tanggung lima aplikasinya itu pernah meraih emas di ajang internasional di Malaysia tahun 2018 lalu.

Terbaru, berkat prestasi yang ditorehkan, Anjas menjadi satu dari tiga peraih penghargaan YSEALI (Youth Southeast Asia Leadership Initiative) yang diundang menuju Gedung Putih di Washington DC, AS, September 2019 mendatang.

Anjas diundang menjadi pembicara di Kantor Presiden AS. Di sana, dia akan membahas tentang permasalahan disabilitas dan hak asasi manusia di hadapan para pengamat dan profesor Amerika.

Anjas yang juga merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) memang sudah menciptakan lima aplikasi. Lima aplikasi itu rata-rata mengangkat isu tentang disabilitas. Mulai dari kemudahan untuk disabilitas hingga aplikasi untuk membantu wirausaha disabilitas.

“Yang pernah mendapatkan emas itu aplikasi Difodeaf, kamus bahasa isyarat di Malaysia pada tahun 2018 lalu,” jelas putra dari pasangan Sukamto (46) guru SMP 2 Kaliwungu Kudus-Sri Susilowati (43) perawat RSUD Kudus ini.

Salah satu aplikasi buatan Anjas Pramono mengolah bahasa menjadi sebuah gerakan supaya mudah difahami para penyandang disabilitas. (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

Pertama aplikasi yang pernah ia buat adalah aplikasi yang dinamakan Difodeaf. Yakni aplikasi bahasa isyarat. Aplikasi ini mempermudahkan disabilitas, terutama dalam berbahasa isyarat. Jadi aplikasi ini yakni dari bahasa kemudian diubah menjadi gambar isyarat.

“Aplikasi ini, lebih ke bagaimana mengubah bahasa Indonesia atau Inggris idubah menjadi gambar isyarat,” ungkapnya.

Aplikasi yang kedua terkait dengan akses kemudahan bagi disabilitas. Aplikasi ini diberikan nama Locable. Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses tempat-tempat umum yang ramah dengan difabel. Sehingga memberikan kemudahan bagi difabel.

“Kendala teman-teman yang dunga daksa harus memakai tongkat atau memakai kursi roda. Nah, dari situ saya sempat berfikir bagaimana nanti kita bisa mengakses tempat-tempat umum yang ramah difabel,” terangnya.

Selanjutnya, aplikasi yang ketiga adalah aplikasi tentang jual beli barang-barang disabilitas. Aplikasi ini diberikan nama  dengan aplikasi jubilitas. Aplikasi ini dbuat untuk meningkatkan daya jual UMKM para difabel.

“Karena gini, para penyandang disabilitas tidak bisa bekerja secara maksimal. seperti di perkantoran dan lain lain. Karena minim bukan lowongan kerja, kita harus berjuangan untuk membuat lapangan kerja. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi bagi disabilitas,” bebernya.

Aplikasi keempat yang dibua mengenai transportasi. Aplikasi itu dibuat atas keprihatinan Anjas terhadap angkutan. Menurutnya, era saat ini transpotasi didominasi dengan transpotasi online. Hanya, ia menyayangkan angkutan tradisional tidak dilengkapi dengan aplikasi online. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengetahui keberadaan angkutan hingga pukul berapa angkutan ini melintas

“Bagaimana kita membuat sistem yang sama untuk kemudian diaplikasikan di angkot. Saya juga bisa bersaing teman teman gojek dan grab. Teman teman tingga; melihat rute. Yang dibutuhkan lokasi dimana dan jam berapa?nah, aplikasi ini akan memberi tahu hal-hal tersebut,” terangnya.

Serta, aplikasi yang kelima tentang guru ngaji. Menurutnya, banyak di kota besar seperti Semarang, Kudus, Surabaya hingga Jakarta, seorang orang tua membutuhkan guru ngaji bagi anaknya. Oleh karena itu, ia membuat aplikasi yang membahas tentang klarifikasi nama-nama guru ngaji. Baik itu dari lulusan mana hingga majabnya apa.

“Aplikasi ini dapat mengetahui, dapat mengklarifikasi guru ngaji dari pondok mana, lulusan mana, mana yang radikal mana yang tidak,” ungkapnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...