Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kekeringan Lahan Pertanian di Pati, Potensi Kerugian Capai Rp 13 Miliar

MURIANEWS.com, Pati – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, memaksa para petani untuk memutar otak. Pasalnya, lahan sawah yang baru ditanami padi, tidak mendapatkan air untuk irigasi.

Apalagi, usia tanam sudah mencapai 40 hingga 60 hari. Di usia itu, asupan air untuk tanaman padi harus lebih banyak agar bisa mengeluarkan biji padi. Apabila tidak ada irigasi, mutlak tanaman terancam puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pati Muhtar Efendi mengatakan, dari data yang diperolehnya, kekeringan sudah melanda 9 kecamatan di Pati. Sementara untuk lahan persawahan yang tidak mendapatkan aliran air sebanyak 3.578 hektare.

“Yang sudah terancam puso ada sebanyak 1.700 an hektare. Potensi kerugian apabila tidak ada irigasi mencapai Rp 13 miliar, bahkan bisa lebih,” katanya, Jumat (2/8/2019).

Lebih lanjut, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar sawah yang terancam puso itu mendapatkan irigasi dari Bendungan Logung. Hanya saja, itu masih membutuhkan proses untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Kami akan mengupayakan agar areal persawahan, terutama di Kecamatan Margorejo dan Gabus, mendapatkan irigasi. Ini dalam rangka menyelamatkan padi yang sudah di tanam itu,” ungapnya.

Dia juga mengakui sudah meminta kepada BBWS Pemali Juana agar menggelontorkan air dari Bendungan Logung. Mengingat, untuk Waduk Seloromo, Gunung Rowo dan Kedung Ombo, saat ini sudah tidak bisa menggelontorkan air lagi. Sisa air di waduk hanya digunakan untuk pembasahan.

“Informasi terakhir, pihak BBWS sudah meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kekeringan di lahan persawahan. Semoga saja ada kebijaksanaan agar irigasi dari waduk Logung bisa dibuka untuk petani Pati,” harapnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...