Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ekskavasi di Situs Mantingan Temukan Candi Petirtaan Terbesar di Jateng

0 623

MURIANEWS.com, Magelang Situs purbakala di Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dilakukan ekskavasi oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Dari hasil ekskavasi diketahui jika temuan tersebut merupakan candi petirtaan terbesar di Jateng.

Pengkaji Cagar Budaya dari BPCB Jawa Tengah, Muhammad Junawan mengatakan, pihaknya mengindikasi jika situs tersebut merupakan candi petirtaan dengan tipe leter U.

”Saat ini telah kita temukan dua sudut dari struktur yang kita telusuri yaitu sudut sisi timur dan barat,” katanya dilansir Antara, Jumat (2/8/2019).

Ia menuturkan candi petirtaan ini digunakan untuk fungsi ziarah, penyucian diri sebelum memasuki ke suatu bangunan suci. Candi petirtaan di lahan yang akan dibangun kolam ikan koi ini memiliki ukuran 22,5 meter.

“Petirtaan dengan tipe leter U yang kita temukan ini paling besar di Jateng. Karena beberapa candi petirtaan yang kita temukan rata-rata berukuran sekitar 4-6 meter,” ujarnya.

Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, pihaknya sudah berhasil menemukan komponen-komponen batu. Yakni diperkirakan terdapat kira sembilan lapis dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter. Selain itu juga terdapat ornamen pahatan yang detail dan kualitas batu yang baik serta ukiran-ukiran yang baik juga.

“Candi petirtaan ini dialiri air, peziarah menyucikan diri di pancuran-pancuran. Di sini juga ditemukan saluran air dua macam, yakni saluran air yang autlet dan inlet. Jadi keluar masuknya air itu sudah ada jenis-jenis saluran air yang kita temukan seperti itu,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui umur candi tersebut. Penyebabnya, pihaknya belum menemukan bukti-bukti pendukung untuk menentukan kapan candi tersebut dibangun.

“Kami melakukan pendekatan dengan pertanggalan relatif. Yaitu dengan profil candinya sesuai dengan pada masa klasik pertengahan, perkiraan tahun 800-950-an jadi sekitar abad ke-9,” terangnya.

Ia menuturkan, tempat petirtaan yang selama ini ditemukan berupa situs agama Hindu dan juga kebiasaan-kebiasaan agama Hindu juga ada tentang ziarah ke sumber air suci.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.