Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Stok Hewan Kurban di Kudus Aman, Permintaan Diperkirakan Naik 8 Persen

MURIANEWS.com, Kudus – Jumlah hewan kurban yang akan disembelih di Kota Kretek diperkirakan meningkat sebanyak delapan persen, atau sekitar 11 ribu hewan ternak tahun ini. Surplusnya ketersediaan hewan ternak jadi salah satu pemicunya.

Realisasi pemotongan kurban pada tahun 2018 sendiri sebanyak 10.204 ekor. Jumlah tersebut, terdiri dari 353 ekor sapi, 2.090 ekor kerbau, 312 ekor domba, serta 8.264 ekor kambing. “Tahun ini kemungkinan ada kenaikan,” ucap Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Indriatmoko, Jumat (2/8/2019).

Kenaikan jumlah hewan ternak akan diimbangi dengan pemeriksaan hewan ternak kurban. Pelaksanaannya akan dilakukan secara berjenjang dan akan dilakukan oleh petugas medik veteriner Dinas Pertanian.

“Kami siapkan tim untuk melakukan pemeriksaan hewan,” lanjutnya.

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kudus juga akan dilibatkan dalam pemeriksaan hewan nantinya. Tujuannya hewan kurban benar memenuhi standart kualitas. “Kami tidak ingin kecolongan dan meloloskan hewan kurban yang tidak sesuai standart,” lanjutnya.

Sedang terkait surplus ternak, beberapa peternak hewan kurban mulai menjualnya ke luar daerah. Hal tersebut dilakukan guna menghabiskan stok hewan kurban. Hanya, hewan yang dibawa ke luar daerah haruslah memenuhi standart kesehatannya.

“Tidak masalah, stok masih aman walaupun sebagian hewan ternak dijual ke luar,” sambungnya.

Berdasarkan data yang dipunyai Dinas Pertanian dan Pangan, tercatat 250 ekor sapi dan 400 ekor kambing dijual ke Jakarta, Bogor dan Pekalongan. Sedang stok kerbau di Kota Kretek masih minim dan akan diambilkan dari Jawa Timur.

“Walaupun demikian kerbau memang sedikit tipis stoknya,” sambungnya.

Kasi Produksi dan Kesehatan Ternak Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Sidi Pramono menambahkan, kenaikan 8 persen pada jumlah permintaan dan penyembelihan hewan kurban bukanlah angka yang tinggi. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, kenaikannya terbilang standart.

“Karena bertepatan dengan tahun ajaran baru, banyak dana yang terserap disana,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...