Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unsoed Pastikan Tak Ada Kebocoran Soal Pengisian Perangkat Desa di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) memastikan keamanan soal tes pengisian perangkat desa. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kerjasama Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pengabdian Maysarakat Unsoed Hariyadi saat ditemui di GOR Wergu Wetan Kudus, Kamis (1/8/2019).

“Untuk soal terjamin. Sudah dilakukan beberapa kali tes. Ahli tes juga mengatakan soal ini aman, tidak bocor. Bahkan soal ini juga tidak bisa diakses dari orang luar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk pembuatan soal pun tidak sembarangan. Dalam pembuatan soal itu dibentuk beberapa tim. Tim pertama berhubungan dengan pembuatan soal, yakni dari rektor Unsoed dan beberapa pihak. Kemudian ada tim yang namannya tim kerjasama. Tim ini memantau kerja sama dengan para desa-desa.

“Ketiga ada tim teknologi. Kita memiliki tim yang berbeda-beda. Sehingga kredibilitas soal tetap terjaga,” terangnya.

Baca Juga:

Terkait joki, dipastikan hal tersebut pun tidak terjadi. Apalagi, pemeriksaan secara ketat saat masuk mengikuti pelaksanaan tes pengisian perangkat desa tersebut.

“Terkati joki, kami melakukan screning saat melakukan registrasi. Tadi periksa kelihatanya sudah beres. Nama-nama sudah KTP dan kartu ujian sudah sesuai. Sehingga tidak ada yang namannya joki,” tegasnya.

Pada tes tersebut dibagi dalam tujuh sesi. Tes pengisian perangkat desa dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.

“Untuk tes sesuai dengan jabatan pengisian perangkat desa. Seperti sesi pertama untuk jabatan sekdes, sesi berikutnya perangkat desa yang lain,” ungkapnya.

Adapun untuk materi tes pengisian perangkat desa, berdasarkan peraturan bupati ada beberapa materi. Pertama tentang pengetahuan secara umum, kemudian undang-undang otonomi desa, undang-undang desa, dan ketiga terkait dengan tupoksi masing-masing perangkat desa.

Sementara itu, Abdul Kholik salah satu peserta mengatakan pada kesemapatan tes itu ada sebanyak 100 soal. Soal mengenai tes umum, undang-undang desa, hingga fungsi dari perangkat desa.

“Persiapan sudah matang. Juga belajar dari youtube,” katanya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...