Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Pohon Peneduh Jalan di Pemalang Jadi Sasaran Blandong, Polisi Buru Pelaku Utama

0 522

MURIANEWS.com, Pemalang – Sejumlah pohon peneduh jalan di beberapa titik Kabupaten Pemalang menjadi sasaran pencurian oleh blandong (penebang pohon). Pohon-pohon itu ditebang dan diangkut untuk dijual.

Beberapa jenis pohon yang menjadi sasaran para blandong yakni trembesi, sonokeling dan mahoni. Beberapa titik pohon peneudh jalan yang menjadi sasaran para blandong yakni di Jalan Panjaitan, Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, kemudian di jalan kawasan Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, dan Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Suhadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus ini. Pihaknya juga tengah memburu pelaku utama yang menggerakkan orang untuk melakukan penebangan pohon peneduh.

Ia menyebut, polisi telah mengamankan tiga truk yang mengangkut 13 kayu pohon peneduh. Barang bukti ini diamankan, saat polisi melakukan patroli di sekitar Jalan Panjaitan.

”Saat patroli anggota piket Reskrim melihat adanya penebangan pohon peneduh jalan. Anggota lalu bertanya apa ada pelebaran. Ternyata mereka tidak bisa menjawab,” katanya, Kamis (1/8/2019).

Dari temuan itu, polisi langsung melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. Polisi kemudian mendapat informasi jika aktivitas penebangan pohon peneduh itu dilakukan tanpa izin yang sah. Sehingga polisi langsung mengamankan kayu-kayu yang sudah diangkut di truk.

Dari kejadian di Desa Sewaka, selanjutnya Sat Reskrim melakukan pengembangan dan menemukan adanya penebangan pohon peneduh jalan di wilayah lain.

“Di pinggir jalan Desa Karangmoncol dan Desa Pegiringan pelaku menebang kayu peneduh jalan jenis sonokeling,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara hanya tiga tempat tersebut yang diketahui adanya praktik penebangan pohon peneduh ilegal. Yang paling terbanyak dilakukan di Desa Sewaka, yang mencapai 35 pohon.

Di Desa Sewaka, Kasat Reskrim mengungkapkan, hanya berhasil mengamankan satu truk karena proses penebangan sudah berjalan selama tiga hari. “Ternyata penebangan sudah berjalan selama tiga hari sebelum kita amankan, sehingga sudah ada yang keluar,” ujarnya.

Ia menyebut, Sat Reskrim Polres Pemalang saat ini telah melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa pelaku yang menyuruh untuk melakukan penebangan.

“Akan kita proses berdasarkan hukum yang berlaku, nama-nama sudah kita kantongi, mudah-mudahan minggu ini segera kita tingkatkan untuk menetapkan para pelaku menjadi tersangka,” tegasnya.

Akibat penebangan pohon tersebut, Kasat Reskrim mengungkapkan, kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan juta rupiah. Terdiri dari Rp 26,7 juta kerugian di Desa Sewaka, dan Rp 60 juta di wilayah Kecamatan Bantarbolang dan Randudongkal.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.