Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pastikan Pemprov Jateng Bersih dari Jual Beli Jabatan, Ganjar: Jumeri Buktinya

0 272

MURIANEWS.com, Semarang – Terjaringnya Bupati Kudus HM Tamzil dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih Tamzil tertangkap atas dugaan jual beli jabatan.

Praktik seperti ini sebenarnya sudah banyak menyeret pejabat publik ke sel tahanan. Meski demikian, mereka tak pernah jera.

Dan hingga kini masih santer terdengar ada permainan uanh atas penempatan pejabat di sejumlah daerah.

Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan praktik jual beli jabatan sudah tak bisa lagi muncul di Pemprov Jateng. Ia memastikan telah memutus rantai pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan penempatan pejabat untuk keuntungan diri sendiri.

“Saya berpikir bagaimana caranya membuat pemerintahan yang bersih tanpa korupsi. Dan jawabannya adalah lelang jabatan,” kata Ganjar, Rabu (31/7/2019).

Ia menyebut, dengan sistem lelang jabatan tak bakal dimungkinkan untuk praktik jual beli jabatan. Karena semua proses dilakukan secara transparan dengan keterlibatan pihak independen.

“Dengan proses lelang jabatan itu, praktik jual beli jabatan saya babat habis. Saat ini, praktik semacam ini saya katakan sudah tidak ada. Orang-orang yang melakukan itu sudah tiarap semuanya,” ujarnya.

Apabila masih ada praktik jual beli jabatan, maka Ganjar mengatakan, hal itu kuno dan memalukan. Dengan keterbukaan informasi dan pengawasan aparat penegak hukum yang ketat, upaya jual beli jabatan sudah tidak mungkin dilakukan.

“Kalau ada yang melakukan, seperti di Kudus kemarin, ini sesuatu yang luar biasa. Betul-betul nekat,” jelasnya.

Ia mengakui, saat awal menjabat periode pertama lalu, masih santer terdengar tentang jual beli jabatan.

Bahkan, Ganjar menemui sendiri praktik jual beli jabatan itu tumbuh subur di Jateng, saat itu. Pernah ada cerita, seorang pejabat yang mengaku tim suksesnya, menekan pihak lain untuk memasukkan orang kepercayaannya ke dalam pemerintahan.

Ada pula oknum anggota Satpol PP yang menjadi calo, dengan menjanjikan dapat memasukkan orang ke lingkungan Pemprov Jateng.

“Saat itu saya cari orang-orang ini. Setelah ketemu dan terkonfirmasi bahwa mereka melakukan pelanggaran, langsung saya pecat,” terangnya.

Dari dasar inilah kemudian Ganjar menerapkan sistem lelang jabatan untuk pengisian pejabat tinggi di Pemprov Jateng. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Jumeri, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

Ia baru dilantik pada Mei 2019 lalu, setelah berhasil menyingkirkan pendaftar lain dalam lelang jabatan. Padahal ia harus bersaing dengan pejabat lain yang notabene lebih tinggi dari dia. Karena saat itu dia hanya kepala SMKN Bawen.

“Kalau tidak ada lelang jabatan seperti ini, mustahil saya bisa seperti sekarang. Saya masuk tanpa menggunakan uang, tanpa dibawa orang lain. Semuanya saya lakukan murni sesuai mekanisme lelang jabatan yang berlaku,” terangnya.

 

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.