Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Pekerja PT HKS Gelar Aksi dari Semarang Hingga ke Grobogan, Ini Tuntutannya

0 671

MURIANEWS.com, Grobogan – Sebanyak 364 pekerja PT Holi Karya Sakti (HKS) menggelar aksi damai, Rabu (31/7/2019). Aksi damai dilakukan di depan pintu gerbang pabrik pembuatan sarung tangan olahraga yang ada di Kecamatan Tegowanu.

Sebelum ke Tegowanu, ratusan pekerja ini terlebih dahulu sebelumnya berkumpul dan menggelar aksi damai di depan pabrik lama yang berlokasi di Plamongan Sari, Pedurungan, Kota Semarang. Siang harinya, mereka menuju pabrik baru yang ada di Kecamatan Tegowanu, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Setelah satu jam berorasi di depan pabrik baru, pihak managemen akhirnya berkenan berdialog dengan perwakilan peserta aksi di dalam ruang rapat PT HKS yang dilangsungkan tertutup terseut. Dalam dialog yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut masih belum ada titik temu.

Salah satu koordinator aksi Endang Subekti mengemukakan, pada November 2018 lalu pabrik di Plamongan Sari direlokasi ke Tegowanu. Dari pekerja sekitar 778 orang, sekitar 364 orang di antaranya tidak ikut pindah dan tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja. Para pekerja mayoritas sudah bekerja sekitar 30 tahun.

Alasannya, upah minimum di Kabupaten Grobogan lebih rendah dibandingkan Kota Semarang. Kemudian jarak tempuh menuju pabrik baru relatif lebih jauh karena para pekerja mayoritas berdomisili di Mranggen, Demak, dan Pedurungan, Kota Semarang.

Para pekerja PT Holi Karya Sakti (HKS) menggelar aksi damai di depan pintu gerbang pabrik pembuatan sarung tangan olahraga yang ada di Kecamatan Tegowanu, Rabu (31/7/2019. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

“Pekerja ini mayoritasnya perempuan. Jadi, kalau harus melakukan perjalanan jauh tidak mendapatkan izin dari keluarga. Kami pun tidak melanjutkan hubungan kerja, dan meminta hak kami sesuai aturan yang ada,” katanya.

Menurutnya, dalam UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan diperkenankan memberikan pesangon satu kali. Namun hal ini tidak kunjung diberikan sampai sekarang. Pihaknya sudah mengadukan masalah ini pada Dinas Tenaga Kerja dan DPRD Kota Semarang.

Dijelaskan, pada saat itu, Disnaker Kota Semarang memberikan saran pada PT HKS agar memberikan perlindungan dalam bentuk uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak pada 364 pekerja tersebut.

Kemudian selama proses perselisihan hubungan industri tersebut, pihak PT HKS bisa memberikan upah pada pekerja sejumlah 364 orang tersebut. Namun, saran dari disnaker itu tidak dilakukan.

“Kami minta hak kami bisa diberikan 100 persen. Namun, managemen tidak sanggup dan dilakukan negosiasi,” katanya.

Sementra itu, Manager PT HKS Kabupaten Grobogan Candra Ginting mengatakan, apa yang menjadi apresiasi dari 364 pekerja tersebut akan ditampung. Sebab, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan apapun terkait permintaan dari para pekerja tersebut.

‘’Saya belum memahami secara detail dari permasalahan yang ada. Hal ini nantinya akan kami sampaikan pada pimpinan. Kami mohon pengertian dari pihak buruh atas keterbatasan saya,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.