Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unsoed Gelar Tryout Penjaringan Pengisian Perangkat Desa di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) menggelar tryout penjaringan pengisian perangkat desa di GOR Kudus, Rabu (31/7/2019). Tryout tersebut sebagai uji coba para peserta pengisian perangkat desa sebelum melaksanakan tes penjaringan pengisian perangkat desa, Kamis (1/8/2019) besok.

Ketua Kerjasama Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pengabdian Maysarakat Unsoed Haryadi mengatakan, tryout yang dilakukan sesuai dengan jadwal tahapan pengisian perangkat desa. Ia pun belum menerima pemberitahuan secara tertulis untuk penghentian tahapan pengisian perangkat desa ini.

“Kami berjalan sesuai dengan jadwal. Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan tertulis untuk menghentikan tahapan,” ungkapnya kepada awak media.

Meskipun demikian, ia tak mempermasalahkan apabila di beberapa desa yang menghentikan pengisian perangkat desa, namun ikut dalam melaksanakan tes penjaringan pengisian perangkat desa.

“Untuk desa yang menghentikan tahapan tetap boleh ikut tes. Kita sebatas melaksanakan tes saja. Kalau pun ada desa yang tidak ikut itu bukan urusan kami,” ungkapnya.

Direncanakan untuk tes penjaringan pada Kamis (1/8/2019) besok di GOR Wergu Kudus. Rencananya tes akan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibagi dalam tujuh sesi tes penjaringan pengisian perangkat desa.

Ia menyebutkan, data yang masuk ada sebanya 1.394 peserta calon pengisi perangkat desa. Mereka berasal dari tujuh  kecamatan di Kudus. Hal ini sesuai dengan penandatanganan kerja sama dengan Unsoed dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Tryout ini bukan sebuah kewajiban. Ini hanya tahapan supaya mereka mengetahui tata cara saat tes pengisian perangkat desa lewat sistem CAT,” ungkapnya.

Haryadi menjelaskan, untuk materi berdasarkan peraturan bupati akan ada beberapa materi. Pertama tentang pengetahuan secara umum, kemudian undang-undang otonomi desa, undang-undang desa, dan ketiga terkait dengan tupoksi masing-masing perangkat desa.

“Soal dijamin tidak ada akan kebocoran. Besok kami akan menyerahkan soal itu yang akan diwakili Rektro Unsoed,” tandasnya.

Sebelumnya, belasan desa di dua kecamatan menunda proses pengisian perangkat desa. Penundaan ini merupakan imbas dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Kudus nonaktif HM Tamzil sebagai tersangka dugaan kasus jual beli jabatan.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...