Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gubernur Kukuhkan Mahasiswa Agen Antikorupsi

0 70

MURIANEWS.com, Salatiga – Sebanyak 30 mahasiswa dikukuhkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai agen antikorupsi, Selasa (30/7/2019). Mereka ditugaskan untuk menyebarkan semangat antikorupsi, setelah mengikuti pelatihan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Pelatihan digelar selama dua hari pada Sabtu-Minggu (27-28/7/2019). Dan hari ini mereka mengikuti seminar nasional dan pengukuhan dengan Ganjar Pranowo sebagai keynote speaker.

Ganjar berharap, Agen Antikorupsi Jateng tersebut dapat memperkuat rantai-rantai pencegahan korupsi di Jawa Tengah.

“Ini menarik karena yang melakukan mahasiswa. Di era yang milenial ini merekalah yang akan memenuhi di ruang medsos yang saya yakin akan menular pada sikap,” kata Ganjar.

Apalagi sikap dasar mahasiswa, kata Ganjar adalah pemberontak terhadap ketidakberesan. Keberanian mahasiswa dan sikap kritisnya itulah yang jadi modal besar gerakan agen ini.

“Saya rasa ini harus ditiru kampus-kampus lain. KPK punya banyak program untuk itu,” ujarnya.

Di Jawa Tengah, menurut Ganjar saat ini sedang diterapkan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Setidaknya ada 23 SMA dan SMK yang dijadikan percontohan penerapan kurikulum antikorupsi.

“Gerakan itu didukung dengan pembentukan Komite Integritas dan Tunas Integritas Jateng. Penyuluhan antikorupsi yang berafiliasi dengan KPK dan bersertifikat. Juga gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang merangkul Pramuka, Dharmawanita dan PKK, materi integritas dengan mengundang pemateri dari KPK,” katanya.

Melengkapi gerakan berbasis masyarakat itu, juga dibuat gerakan di kalangan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memenuhi tagline Ganjar, Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Secara aplikatif, hal-hal tersebut didampingi dengan keterbukaan informasi dan pelatihan terhadap kepala daerah.

“Hanya Jawa Tengah yang setelah pelantikan kepala daerahnya dikirim ke KPK untuk pendidikan antikorupsi,” terangnya.

Salah satu mahasiswa yang dikukuhkan sebagai Agen Antikorupsi Jateng yakni Jonathan, mahasiswa UKSW Salatiga.

Ia mengatakan, bersama peserta lain ia telah mendapatkan materi pencegahan korupsi. Di anyaranya, critical thinking, pengertian korupsi, modus operandi, dan sosilalisasi kepada masyarakat.

Namun satu materi yang terus terngiang di benaknya yakni ketika menerima materi critical thinking, yakni soal keinginan yang berlebihan. Sehingga memicu kesempatan untuk tindakan korupsi. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.