Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wapres JK Komentari Ancaman Hukuman Mati untuk Bupati Tamzil

0 2.539

MURIANEWS.com, Jakarta – Kasus Bupati Kudus (nonaktif) M Tamzil yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata sampai menarik perhatian pemimpin negara. Bahkan Wakil Presiden RI Jusuff Kalla sampai memberi tanggapan.

Ini terjadi karena Tamzil telah dua kali terjerat dalam kasus korupsi. Dua-duanya juga terjadi saat ia menjabat sebagai bupati Kudus.

Dalam keterangan pada wartawan, Selasa (30/7/2019) JK mengakui dengan kembali tertangkapnya Tamzil ini, pemerintah bersama lembaga antirasuah (KPK) belum berhasil menekan jumlah kasus tindak pidana korupsi. Khususnya yang melibatkan kepala daerah.

“Kita belum berhasil. Semua institusi kita, pemerintah, KPK belum berhasil betul untuk menekan atau menyelesaikan masalah-masalah korupsi. Dan ternyata orangnya, pejabatnya juga belum insaf,” kata JK dikutip Antara.

Ia menilai, dua kasus korupsi yang menjerat Tamzil menjadi sinyal bahaya bagi pelaksanaan pemerintahan di daerah yang masih rawan korupsi.

JK menilai, terkait ancaman hukuman mati, nantinya KPK dan Pengadilan Tipikor yang akan bertindak sesuai dengan hukum dengan menuntut dan memberikan vonis secara adil.

“Kita tidak ingin menjadikan hukum itu semacam pembalasan. Tapi menghukum sesuai dengan apa yang dibuat. Jadi dilihat dari isi itu. Kalau dia terpilih lagi (sebagai bupati Kudus), ya itu lain lagi,” tambahnya.

Baca: Terkait Ancaman Hukuman Mati Bupati Tamzil dan Agus Kroto, Ini Dasar Hukumnya

Dakwaan hukuman mati tersebut harus diberikan dengan memeriksa secara menyeluruh sampai sejauh mana Tamzil terlibat kasus korupsi yang kedua kalinya.

“Ya tergantung hukum kalau memang orang itu dua kali lebih berat. Ya tidak bisa memberikan hukuman mati dengan hanya Rp 250 juta (dikorupsi). Jadi tergantung hukumnya, tergantung hakim. Kita tidak bisa menghakimi orang dari luarnya, gitu kan. Jadi (dihukum) sesuai perbuatannya saja,” jelas Wapres.

Diberitakan sebelumnya, Tamzil dan sejumlah pejabat terjaring OTT KPK pada Jumat (26/7/2019). Ada tujuh orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Dari tujuh orang itu, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Bupati Tamzil, Staf Khusus Bupati Agus Suryanto dan Sekretaris DPPKAD Kudus Akhmad Sofyan. Sementara sisanya sebagai saksi.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.