Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Teknologi Embung di Pati Belum Bisa Atasi Kekeringan

MURIANEWS.com, Pati – Saat ini ada banyak daerah yang membuat embung untuk mengatasi dampak kekeringan, termasuk juga di Kabupaten Pati. Kebanyakan, pembuatan embung itu dengan menggunakan Dana Desa (DD) yang setiap tahun mendapatkan gelontoran dari pemerintah pusat.

Pemerhati lingkungan Kabupaten Pati Ahmad Sadi menilai, embung bukan satu-satunya cara untuk mengatasi dampak kekeringan. Sehingga, apabila semua desa disarankan untuk membuat embung, itu sangat tidak benar.

“Membuat embung itu harus ada kajiannya dahulu. Apakah kondisi geografisnya mendukung, kondisi tanahnya mendukung dan lingkungannya mendukung. Kalau tidak mendukung, tidak perlu embung,” katanya, Senin (29/7/2019).

Dia melanjutkan, geografis yang mendukung seperti desa atau wilayah yang akan dibuatkan embung tersebut mempunyai curah hujan tinggi atau tidak. Kalau curah hujan rendah, tentu pengisian embung tidak akan maksimal.

Kemudian kondisi tanah, daya serap tanah yang terlalu cepat terhadap air, tidak memungkinkan untuk dibuat embung. Sebab, air yang ditampung tidak akan bisa bertahan lama, lantaran peresapannya terlalu cepat.

“Selanjutnya lingkungan, apabila lokasinya itu adalah di lingkungan pertanian, tentu embung akan sangat bermanfaat. Tetapi, apabila daya resap tanah cepat, maka aliran air pasti tidak akan mencukupi kebutuhan pertanian,” terangnya.

Menurutnya, wilayah yang paling sering terdampak kekeringan adalah wilayah Pati bagian selatan. Sehingga, setiap musim kemarau, pasti akan terjadi kekeringan.

“Selama ini, setiap terjadi kekeringan, pasti kita mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD dan instansi lainnya. Kalau setiap tahunnya seperti ini, tentu tidak akan efektif,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah harus berpikir dan berupaya keras untuk mengatasi masalah kekeringan ini. Jangan hanya memberikan bantuan air setiap tahunnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...