Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Komplotan Maling Motor Kambuhan Diringkus Tim Khusus Anti Bandit Polres Jepara

0 248

MURIANEWS.com, Jepara – Polres Jepara melakukan gelar perkara di hadapan wartawan, Senin (29/7/2019). Gelar perkara yang dilakukan di lobi gedung Mapolres Jepara tersebut, mengetengahkan komplotan curanmor yang berhasil diringkus.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, menyebutkan ada 5 orang tersangka yang berhasil diringkus terkait kasus ini. Tim Khusus Anti Bandit (TKAP) Polres Jepara, menahan mereka semua berikut barang buktinya.

Lima orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka masing-masing adalah Karsudi (38) warga Tunahan, Keling, Jepara; Sukari (33), warga Tengguli, Mlonggo; dan Abdurrahman (40) warga Desa Bumiharjo, Keling. Ketiganya berperan sebagai ‘pemetik’ (eksekutor).

Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Ahmad Alik Arifin (39), warga Kaligarang, Keling, Jepara dan Ahmad Ridwan (28), warga Sentul, Cluwak, Pati. Dua orang ini ditangkap karena terbukti menjadi penadah dari hasil pencurian yang dilakukan tiga tersangka lainnya.

“Penangkapan komplotan ini diawali dari tersangka Karsudi. Kemudian berhasil dikembangkan dan akhirnya berhasil menangkap 4 tersangka lainnya,” ujar AKBP Arif Budiman.

Dari semua tersangka, Sukari merupakan pemain lama. Sudah dua kali dirinya mendekam di dalam penjara dengan kasus yang sama.

Meski demikian, penjahat kambuhan ini kembali beraksi. Pada kasus terakhirnya ini, dirinya mengaku melakukan pencurian bersama Abdurohman alias Plolong.

Sedangkan tersangka Ahmad Alik Arifin sebelumnya juga pernah merasakan dinginnya lantai penjara. Sebelumnya, dirinya pernah terjerat kasus korupsi bantuan sosial pemerintah, dan harus menjalani hukuman penjara.

“Dari yang berhasil ditangkap, ada yang merupakan pemain lama. Dia sangat ahli untuk soal mencuri motor. Tanpa kunci pengaman, dalam hitungan kurang dari semenit sepeda motor bisa dibobolnya,” tambah Kapolres AKBP Arif Budiman.

Sukari sendiri mengaku lebih sering menyasar sepeda motor jenis matik atau yang sedang diminati masyarakat. Kendaraan yang tidak dilengkapi kunci pengaman, merupakan sasaran yang dengan gempang dieksekusi.

“Dari sepeda motor yang berhasil saya curi, biasanya langsung saya jual. Harganya berkisar dua juta sampai dua setengah juta. Tergantung motornya,” akunya.

Polres Jepara sendiri sudah memastikan tiga orang yang menjadi eksekutor ini terlibat di Bangsri, Mlonggo, Keling dan Kembang. Pengembangan kasus ini masih akan dilakukan. Masih ada kemungkinan mereka melakukan aksinya di TKP lain seperti di Kudus, Demak maupun Pati.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.