Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ideologi Radikal Masuk ke Sekolah, DPRD Jateng Ingatkan Soal Wawasan Kebangsaan

0 154

MURIANEWS.com, Pati – Semakin maraknya gerakan radikalisme hingga masuk ke desa- desa, menjadi perhatian serius oleh semua kalangan. Mengingat, gerakan itu dapat memecah belah kebangsaan dan merongrong ideologi negara.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Muh Zen Adv mengatakan, radikalisme dengan gerakannya yang secara frontal melakukan kekerasan dan melanggar hak asasi manusia, harus diwaspadai bersama. Apalagi, ideologi khilafah yang diusung juga digaungkan untuk mengganti ideologi Negara Indonesia.

“Kalau wawasan kebangsaan ini tidak kita perkuat, maka masyarakat tak akan mudah dimasuki dengan ideologi-ideologi yang merusak tatanan negara,” katanya dalam acara wawasan kebangsaan dan bela negara di aula PCNU Pati, Senin (29/7/2019).

Dia juga mengatakan, ideologi khilafah itu saat ini sudah masuk di lembaga pendidikan. Bahkan, para guru juga menularkan paham itu kepada siswanya.

“Ada sebuah penelitian di wilayah Semarang, 21 persen para guru setuju dengan sistem khilafah. Ini kan mengerikan,” tegasnya.

Padahal, lanjut Zen, guru itu 90 persen adalah pembina dan mendidik anak. Kalau anak didik diberikan pemahaman terkait ideologi khilafah dan menafikan ideologi Pancasila, menurut dia hal ini merupakan ancaman serius.

“Saya katakan, ini merupakan ancaman serius bagi bangsa. Kalau guru saja setuju dengan khilafah, maka kita harus cepat bertindak,” terangnya.

Dirinya juga mengkhawatirkan kondisi Kabupaten Pati. Karena tidak menutup kemungkinan gerakan yang mengusung ideologi khilafah itu juga sudah bermunculan di daerah ini.

“Inilah yang perlu kita waspadai bersama. Sehingga, wawasan kebangsaan ini patut kita dukung agar semua masyarakat tahu bagaimana jerih payah para pendiri bangsa untuk merumuskan ideologi negara kita,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.